MHNEWS.ID.- KM Putri Lancar Samudra B tenggelam pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 02.00 WIB saat akan bertolak menuju daerah penangkapan ikan.
Kapal yang dinakhodai Daspan itu bertolak dari Eretan pada Minggu (14/12/2024) membawa 17 ABK. Namun, dalam perjalanan, kapal tersapu ombak besar hingga terbalik dan seluruh ABK terjatuh ke laut.
Tim SAR Gabungan lalu melakukan pencarian dan mberhasil menemukan satu per satu korban KM Putri Lancar Samudra B GT-14 tersebut.
Info terbaru, sebanyak 15 orang dari 18 anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup. Sementara itu, tiga ABK lainnya masih dalam proses pencarian.
“Yang berhasil ditemukan selamat mencapai 15 orang, sedangkan tiga anak buah kapal (ABK) lainnya hingga kini belum ditemukan,” kata Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, Selasa (16/12/2025).
Asep menjelaskan hari kedua pencarian, tim SAR menemukan 11 ABK, sedangkan empat ABK lainnya lebih dulu diselamatkan kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian pada, Senin (15/12/2025).
Sebanyak 11 ABK yang ditemukan hari ini, lanjut Asep, diselamatkan oleh KM Rahayu Jaya KR yang ikut melakukan pencarian.
Para korban ditemukan di sekitar Perairan Pulau Rakit dan Pulau Biawak. Selanjutnya, para korban dievakuasi menggunakan Kapal Patroli VIII-2005 dan diturunkan di Pelabuhan Perikanan Eretan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Asep juga memastikan bahwa seluruh ABK yang ditemukan dalam kondisi selamat. “Saat ini pencarian masih terus berlanjut untuk menemukan tiga ABK yang masih hilang,” kata Asep.
Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama unsur SAR lainnya akan berupaya maksimal dalam proses pencarian, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel.
Asep juga mengapresiasi peran kapal-kapal nelayan yang turut membantu proses penyelamatan korban.
“Kami mengimbau seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut. Pastikan alat keselamatan tersedia, kondisi kapal layak, serta memantau cuaca sebelum berangkat,” ujarnya.
Selain operasi pencarian, polisi juga memberikan edukasi kepada nelayan terkait pentingnya penggunaan pelampung, komunikasi radio atau telepon yang aktif, serta pendataan manifest ABK secara akurat sebagai langkah perlindungan saat terjadi insiden di laut.
“Dengan sinergi semua pihak, kami berharap tiga ABK yang masih dalam pencarian segera ditemukan dan aktivitas melaut ke depan semakin aman,” kata Asep.
Penulis: Wawan Idris




