MHNEWS.ID.- Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengenai penambahan kapasitas rombongan belajar (rombel) di SMA dan SMK negeri melebar ke mana-mana.
Selain menimbulkan pro dan kontra kebijakan itu juga jadi pembuka tabir kurang perdulinya pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pembangunan bidang pendidikan.
Disebut demikian karena pada APBD Murni 2025, Pemprov Jawa Barat tak menganggarkan pembangunan sekolah baru, bahkan untuk sekedar merehabilitasi ruang kelas pun tidak ada.
“Di perubahan anggaran ini, kami akan bangun ratusan ruang kelas baru. Fokusnya di daerah urban seperti Kota Bandung, Kota Bogor, dan Bekasi,” ungkap Dedi di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Kamis (7/8/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2020 tidak ada satu pun pembangunan sekolah baru oleh Pemprov Jabar.
Bahkan, saat dirinya mulai menjabat dan menerima APBD murni 2025, tidak ada anggaran rehabilitasi ruang kelas sama sekali.
“Di anggaran murni 2025 itu nol. Enggak ada satu pun ruang kelas yang dibangun atau direhab. Setelah kita geser, anggarannya berubah jadi Rp 350 miliar,” tuturnya.
Anggaran tersebut, menurut Dedi, dialokasikan tidak hanya untuk ruang kelas, tetapi juga untuk fasilitas pendukung lainnya seperti toilet per kelas, AC di wilayah panas, dan akses jalan ke sekolah.
Penulis: Wawan Idris




