MHNEWS.ID.- Kuwu Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Indramayu, Raidi, mengatakan tujuan pembangunan Pendopo Kampung Adat Ngarot adalah sebagai pelestarian budaya.
Hal itu dikatakan Kuwu Desa Lelea, Raidi saat peresmian Pendopo Kampung Adat Ngarot Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Selasa (10/2/26).
”Pendopo ini sebagai upaya pelestarian tradisi leluhur, mengembangkan potensi budaya desa, serta mengoptimalkan pendopo sebagai pusat kegiatan sosial dan edukasi bagi generasi muda,” ujarnya sebagaimana dikutip Diskominfo.
Diketahui, Pendopo Kampung Adat Ngarot merupakan pusat kegiatan sakral dalam pelaksanaan tradisi Ngarot, upacara adat warisan leluhur yang telah berlangsung sejak tahun 1686.
Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan akan hasil panen padi yang melimpah.
Pendopo tersebut berfungsi sebagai tempat berkumpulnya Gadis Ngarot (Cuene) dan Bujang sebelum arak-arakan adat menuju halaman Kantor Desa Lelea saat penyambutan musim tanam padi.
Kampung Adat Ngarot sendiri dikenal sebagai salah satu warisan budaya Sunda yang kuat dengan nilai gotong royong dan telah diakui sebagai warisan budaya tak benda Kabupaten Indramayu.
Sementara itu, Dwi Pandri, salah satu Bujang Desa Lelea, mengaku bangga atas berdirinya pendopo tersebut.
”Semoga pendopo ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat kegiatan adat dan budaya bagi generasi sekarang dan mendatang,” harapnya.
Dengan diresmikannya Pendopo Kampung Adat Ngarot, Desa Lelea kini memiliki ruang representatif sebagai “rumah budaya” untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan identitas budaya lokal.
Pendopo ini juga diharapkan menjadi daya tarik wisata budaya serta mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat setempat melalui berbagai kegiatan seni dan adat tradisional.
Penulis: Wawan Idris




