ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Bagaimana sikap kita ketika doa belum dikabulkan, walau semua syarat sudah diamalkan?
Sabarlah wahai Saudaraku sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan sebuah doa yang tidak terkandung di dalamnya dosa dan pemutusan silaturahmi, kecuali Allah akan memberikannya salah satu dari ketiga hal berikut:
Allah akan mengabulkannya dengan segera, mengakhirkan untuknya di akhirat atau memalingkannya dari keburukan yang semisalnya.
Para sahabat berkata, “Kalau begitu kami akan memperbanyak doa kami.” Beliau berkata, “Allah lebih banyak lagi.” .
Dari hadits di atas kita dapat memahami bahwa seseorang yang telah benar-benar melaksanakan sebab-sebab dikabulkannya doa, insya Allah doanya akan dikabulkan oleh Allah.
Jika pun belum dikabulkan, maka Allah subhanahu wa ta’ala memiliki tigak rahasia pilihan atau opsi atas doa hamba-hamba-Nya itu, yaitu:
Pertama, Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan kebaikan pada hari kiamat.
Kedua, Allah subhanahu wa ta’ala sengaja tidak mengabulkan doanya di dunia agar dia terhindar dari akibat buruk apabila doa tersebut dikabulkan.
Ketiga, Allah Allah subhanahu wa ta’ala memalingkannya kepada sesuatu yang lebih baik dari apa yang dia minta.
Pada hadits tersebut, kita dapat melihat semangat para sahabat dalam beribadah, mereka mengatakan:
“Kalau begitu kami akan memperbanyak doa kami.” Itulah yang seharusnya kita lakukan, yaitu memperbanyak doa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Mudah-mudahan kita bisa terus bersabar menghadapi kehidupan di dunia ini dan mensyukuri seluruh karunia yang telah diberikan kepada kita serta bisa selalu berbaik sangka kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Di dalam hadits qudsi Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan: “Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Oleh karena itu, berprasangkalah terhadap-Ku sesuka hatinya.” .
Penulis: Wawan Idris




