GURUN berbatu dan tandus akan disulap menjadi sebuah kota futuristik sekaligus menjadi tempat hunian jutaan orang dan objek wisata. Di dunia hanya satu negara yang dapat melakukannya, Saudi Arabia.
Kota futuristik ini akan berada di Kota Neom. Di sinilah Putra Mahkota Pangeran Muammed bin Salman (MbS) akan membangun projek gedung pencakar langit setinggi 500 meter, selebar 200 meter, dan sepanjang 170 kilometer yang disebut The Line.
Putra Mahkota Pangeran MbS selaku Dewan Direksi mengumumkan langsung desain pembangunan The Line pada 25 Juli lalu. Maket proyek tersebut juga dipamerkan di Dhahran Expo 6-21 September ini. Projek ambisius ini bernilai US$ 100 miliar hingga US$ 200 miliar.
Dalam sebuah video promosinya seorang narator mejelaskan, sudah terlalu lama umat manusia berada di kota-kota yang disfungsional dan tercemar dan mengabaikan alam. Sekarang sebuah revolusi dalam peradaban sedang terjadi.
Untuk menjawab itu maka MbS akan membangun kota futuristik yang disebut The Line. The Line akan menjadi rumah bagi 9 juta penduduk dan akan dibangun dengan pondasi hanya 34 km persegi, dan kami merancangnya untuk memberikan kualitas hidup lebih sehat dan berkelanjutan.
Komunitas The Line diatur dalam 3 dimensi. Penduduk memiliki akses ke semua kebutuhan sehari-hari dengan hanya 5 menit berjalan kaki. Penduduk juga memungkinkan melakukan perjalanan dari ujung ke ujung dalam 20 menit tanpa kendaraan bermotor yang tidak menghasilkan emisi karbon.
Dengan memanfaatkan layanan teknologi AI (kecerdasan buatan) yang otonom, menghemat waktu dan tenaga. Dirancang oleh arsitek terkemuka dunia, The Line memiliki tinggi 500 m dan lebar 200 m dengan panjang 170 km di dalam sebuah fasad kaca cermin yang elegan.
Sebuah solusi cerdas yang menciptakan efisiensi dan iklim mikro sedang sepanjang tahun dengan ventilasi alami. Energi dan air terbarukan 100 persen.
The Line dirancang sebagai komunitas unik yang menawarkan banyak fasilitas. Selain memberikan pemandangan setimpal dan akses langsung ke alam sekitar dengan 40 persen dunia, juga dapat diakses dalam waktu 6 jam di jantung rute perdagangan utama.
The Line adalah tempat bagi perdagangan dan komunitas untuk berkembang, tidak seperti yang terlihat sebelumnya. The Line, kota yang memberikan keajaiban baru bagi dunia.
Penulis: Wawan Idris




