mhnews.id.- Dunia maya dihebohkan dengan beredarnya vidio rumah mewah di Indramayu yang ditempel stiker Keluarga Miskin sebagai penerima bantuan sosial (Bansos).
Dalam vidio itu tampak bagunan rumah permanen yang mewah berlantai keramik, namun pemiliknya tercatat sebagai penerima Bansos. Hal ini terlihat dari stiker bertuliskan Keluarga Miskin yang dipasang pada kaca jendela rumah itu.
Beredarnya vidio itu menjadi perbincangan di kalangan masyarakat dan menimbulkan berbagai komentar. Masyarakat yang rumahnya tidak layak huni dan benar-benar miskin tapi tidak menerima Bansos bahkan merasa terheran-heran.
Menanggapi vidio viral itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Sri wulaningsih melalui sambungan telepon seluler membenarkannya. Pihaknya melakukan pemasangan striker bertuliskan Keluarga Miskin di rumah-rumah penerima Bansos.
Ada pun jenis Bansos yang dimaksud yaitu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BNPT) atau sembako, dan penerima bantuan iuran jaminan kesehatan atau (PBI).
Ditegaskan Sri Wulaningsih, jika ada rumah mewah yang dipasangi stiker Keluarga Miskin sebagai tanda penerima Bansos seperti dalam vidio yang beredar, Dinas Sosial akan mendata terlebih dahulu.
“Graduasi dari data yang kita punya, kita usulkan ke Kemensos. Kita hanya bisa mengusulkan adapun yang memberhentikan bantuan atau menghentikan bantuannya dari Kemensos sendiri,” jelasnya.
Menurut Sri Wulaningsih, saat ini baru 30.000 rumah yang sudah dipasang stiker Keluarga Miskin dari total jumlah penerima Bansos sebanyak 250.825 KPM. Namun secara bertahap semua penerima akan di labeli stiker Keluarga Miskin.
Belum bisa dipastikan berapa jumlah keluarga mampu, yang menerima Bansos. Setelah labelisasi selesai akan diketahui data yang akan diusulkan ke Kemensos. Yang pasti saat ini masih banyak daftar tunggu keluarga yang bener-bener membutuhkan bantuan.
“Saya harapkan setelah labelisasi ini, keluarga yang mampu mengundurkan diri sendiri, malu lah, dan harus digantikan dengan orang lain yang benar-benar membutuhkan,” tegas Sri Wulaningsih.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




