ISLAM tidak menghalangi penganutnya mencari rizki sebanyak-banyaknya sehingga ia bisa menjadi kaya raya dengan catatan dalam prosesnya tidak melanggar syariah. Sebab ketika kekayaan yang kita peroleh dengan cara menyelisihi syariah, maka dipastikan rizkinya tidak berkah.
Rizki yang tidak berkah sebanyak apa pun tidak akan membawa kebaikan, kebahagiaan, baik di dunia apalagi di akhirat dan balasannya neraka. Karenanya, sudah sepantasnya dijauhi. Sebaliknya, rizki yang berkah sedikit apa pun akan memberikan kebaikan, kebahagiaan, dan jaminannya adalah sorga.
Karenanya carilah rizki sesuai syariah, (Qur’an dan Sunnah) dan yakinilah bahwa rizki itu merupakan hak Alloh Azza wa jalla. Dia-lah yang mengaturnya secara sempurna. “… dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.” Q.S. An-Najm: 48).
“Sungguh seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezeki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah).
Sebagaimana dijelaskan pada tulisan sebelumnya, istilah atau kata ‘berkah dan keberkahan’ itu secara ilmu bahasa, al-barakah, berarti berkembang, bertambah dan kebahagiaan. “Asal makna keberkahan, ialah kebaikan yang banyak dan abadi,” kata Imam an-Nawawi rahimahullah.
Jadi manakala rizki yang dimiliki tidak sesuai dengan makna tersebut di atas, maka sebaiknya direnungkan dan bermuhasabah (menilai diri sendiri). Pada proses muhasabah ini pasti hati akan memberikan pengakuan sejujurnya. Selain itu, pahami pula tiga ciri rizki berkah ini.
Rezeki yang berkah merupkan hal yang penting bagi umat Muslim. Adapun ciri-cirinya menurut Anatoli Dzikri Al Indragiri dalam bukunya Cerdas Uang Zaman Sekarang adalah sebagai berikut:
1. Merasa cukup dan selalu bersyukur kepada Alloh Ta’ala atas nikmat yang diraih
Umat Muslim diwajibkan untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah Ta’ala yang telah diberikan, mulai dari nikmat harta hingga hidup.
Masih bisa bangun dan bernapas di pagi hari merupakan salah satu bentuk nikmat yang tidak ada bandingannya. Hal ini telah disebutkan dalam Al-Quran, salah satunya yaitu pada Surat Al-Baqarah ayat 172, yang berbunyi:
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah jika memang hanya Dia yang kamu sembah.” (Q.S. Al-Baqarah:172).
2. Hati tenang dan semakin dekat dengan Allah Ta’ala
Dengan hati yang tenang dan selalu menyertakan Allah Ta’ala dalam setiap niat dan ikhtiar, Insya Allah, Alloh Ta’ala akan selalu mencukupkan rezeki. Allah Ta’ala juga akan memberi jalan keluar dari setiap persoalan hidup dan memberi rezeki dari jalan yang tak terduga.
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluanya.” (Q.S. At-Thalaq:2-3).
3. Tidak kikir, sebaliknya selalu berinfak, bersedekah
Harta tidak akan berkurang jika selalu digunakan untuk bersedekah. Karena dengan bersedekah harta menjadi berkah. Semakin banyak yang disedekahkan, semakin banyak juga yang Allah berikan.
Salah satu ciri dari rezeki yang berkah adalah bertambahnya rezeki, seperti yang telah dijelaskan dalam Alquran pada Surat Saba, yang berbunyi:
“Katakanlah, sesungguhnya Tuhanmu melapangan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba Nya. Apapun infak yang kalian infakan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baiknya pemberi rezeki.” (Q.S. Saba:39).
Penulis: Wawan Idris




