MHNEWS.ID.- Pertamina EP secara nyata mendukung ketahanan pangan di Desa Jatisura melalui perbaikan serta pembangunan sarana dan prasarana penunjang pertanian.
Tak hanya itu Pertamia EP juga mendukung peningkatan kapasitas petani desa. Dukungan itu diwujudkan dengan peningkatan jaringan irigasi tersier dan pengeboran sumur-sumur air dilakukan untuk mendukung pengairan 114,85 hektare lahan sawah.
Selain itu juga dibangun jalan usaha tani berbahan beton sepanjang 718 meter untuk mendukung mobilisasi hasil panen, yang akan sangat bermanfaat terutama saat musim hujan tiba. Peningkatan kapasitas petani juga menjadi perhatian.
Direktur Pertamina EP, Rachmat Hidajat menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan lahan pengganti.
Ia mengatakan tidak hanya lahan pengganti yang diserahterimakan hari ini, melainkan juga sarana pendukung lainnya.
Sejumlah peralatan dan perlengkapan untuk mendukung produksi pertanian diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Bantuan tersebut mencakup dua unit traktor rotari, sepuluh unit alat semprot, agens Hayati, pupuk organik dan benih.
“Kami juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan kepada kelompok tani di Desa Jatisura selama 2 tahun ke depan,” ujar Rachmat.
“Pendampingan itu dilakukan dengan mereplikasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan “Jari Tangan” (Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan), yang sebelumnya sudah kami lakukan di kawasan yang berdekatan dengan wilayah operasi kami di Kabupaten Indramayu,” katanya.
Dikatakan, proyek alih fungsi lahan ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal, terutama para petani, agar mereka dapat mengelola dan menjaga infrastruktur yang telah dibangun.
Koordinasi antara pemerintah daerah, SKK Migas, Pertamina EP, dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.
Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung kelangsungan pasokan energi dalam negeri, dengan tetap menjaga prinsip keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Hasil kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan dua sektor strategis nasional yaitu pangan dan energi bisa berjalan seiring, harmonis, dan saling mendukung jika dilandasi komitmen kuat serta perencanaan yang matang,” pungkasnya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris



