mhnews.id.- Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim menemui para peserta aksi mogok makan di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kepada mereka Lucky menyerahkan sejumlah air kemasan.
“Saya merasakan di dalam saja panas sekali apalagi teman-teman di sini. Makanya barang kali terjadi dehidrasi saya bawakan air ini,” tuturnya sambil menyerahkan beberapa botol air kemasan.
Wabup Lucky sendiri hadir di DPRD karena mendapat undangan rapat paripurna. Seperti biasanya, secara protokler Lucky tidak menerima undangan meskipun DPRD melayangkan surat undangan.
Walau pun demikian Lucky tetap datang ke paripurna dan ternyata setelah dikonfirmasi ke Setwan DPRD, undangan untuk dirinya sudah dikirimkan dan diterima staf Bagian Umum Setda.
Kepada Wabup Lucky salah seorang orang peserta aksi mengingatkan agar tidak menandatangani dokumen pengesahan APBD Perubahan Tahun 2022.
“Kami mohon Bapak Wakil Bupati untuk tidak menandatangani dokumen pengesahan APBD Perubahan maupun yang lainnya. Sebab anggaran itu tidak berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.
Di hadapan Wakil Bupati Lucky, orator juga kembali menyinggung beberapa tuntutannya, antara lain pembatalan pergelaran 6001 penari topeng yang biayanya dibebankan kepada orang tua siswa.
Pergelaran 6001 penari topeng itu semata-mata hanya untuk mendapatkan sebuah penghargaan dari Muri. Mereka menilai hal tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan kepentingan warga.
Informasi teranyar yang cukup menarik adalah peserta aksi mogok makan juga meminta Bupati Indramayu membatalkan rencana pembangunan kandang anjing di dalam pendopo.
“Masa di pendopo ada kendang anjing, malu-maluin masyarakat Indramayu saja,” tutur seorang orator.
Dua hari ini memang beredar denah atau gambar rencana pembangunan kandang anjing di dalam pendopo. Jika ini benar adanya, maka hal ini menjadi sejarah kelam bagi Indramayu yang masyarakatnya dikenal religious.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




