mhnews.id.- Aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan sejumlah mahasiswa di depan kantor DPRD Indramayu memanas dan berujung rusaknya pintu gerbang yang terbuat dari besi itu.
Rusak atau jebolnya pintu gerbang Kantor DPRD tersebut karena terjadi aksi saling dorong antara sejumlah mahasiswa dengan aparat, baik petugas Kepolisian maupun Satpam setempat. Mahasiswa berusaha masuk ke dalam gedung dewan, sementara petugas menghalanginya.
Setelah pintu gerbang jebol para mahasiswa pun merangsek masuk ke halaman gedung dan berusaha menduduki DPRD. Namun berkat kesigapan petugas mereka bisa menghalau bahkan mendorong balik para mahasiwa ke arah jalan.
Peristiwa saling dorong ini hampir saja berbuntut kerusuhan bila kedua belah pihak tidak menurunkan tensi aksinya. Dalam hal ini, para mahasiswa maupun petugas kepolisian patut diacungi jempol karena mereka mampu menahan emosi.
Meskipun mereka tetap semangat berunjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya, tetapi emosi mereka tetap terkendali. Dengan yel-yel “hati-hati provokasi” mereka terus beraksi.
Tak berapa lama Ketua DPRD Indramayu, H. Syaefudin, S.H. didampingi Wakil Ketua DPRD, Amroni menemui para pengunjuk rasa. Keduanya berjanji akan menampung aspirasi para mahasiswa. Unjuk rasa pun kemudia bubar dengan damai.
Penulis : Wawan Idris




