mhnews.id.- Polisi yang baik dan berdedikasi tinggi terhadap profesinya banyak, namun mereka bahkan institusinya secara umum citranya rusak karena ulah segelintir oknum yang nakal dan arogan.
Seperti halnya yang saat ini sedang viral. Diduga anggota Polisi berseteru dengan Ketua RT gara-gara hal sepele. Diduga anggota polisi yang sedang parkir di pinggir jalan itu diminta Ketua RT setempat untuk memundurkan mobilnya karena menghalangi jalan karena ada warga yang akan lewat.
Dalam video yang mhnews.id tonton, Senin (12/9) Pak RT itu meminta baik-baik kepada seseorang di dalam mobil yang diduga Polisi itu agar memundurkan kendaraannya. Namun permohonan Pak RT itu ditolak mentah-mentah.
Dengan nada arogan si terduga Polisi itu mengatakan,” Tidak, tidak, tidak! Itu maksa! Anda memaksa saya!” tuturnya dengan nada suara tinggi.
Karena orang yang diduga Polisi itu tidak mau memundurkan mobilnya, akhirnya Ketua RT pun mendorong mobil tersebut. Sementara seorang perempuan yang merekam kejadian itu tak henti-hentinya beristigfar menyaksikan prilaku orang yang dianggapnya sangat keterlaluan itu.
“Nih ya, liat platnya disuruh mundur aja nggak mau sampe Pak RT saya kayak begini (dorong mobil),” ucap perempuan yang merekam video tersebut.
Dilansir detikcom, terlihat mobil tersebut bernomor polisi B 1398 KYP. Selanjutnya, setelah kejadian aksi dorong mobil tersebut, anggota polisi itu lalu memundurkan mobilnya. Namun, bukannya langsung memundurkan mobil perdebatan dengan Ketua RT masih terus berlangsung.
“Mundur sedikit aja, kan bisa Pak. Ini pintu keluar-masuk,” kata perekam video. “Haduh, haduh, orang kok sombong banget ya, Pak. Astaghfirullahaladzim Polisi kayak gini,” sambungnya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Usman Latif merespons terkait persoalan itu. Dia memastikan pihaknya akan mengecek kebenaran video tersebut. “Akan saya cek,” singkatnya.
Kemudian, persoalan yang ramai di media sosial ini pun tak luput dari perhatian Mahfud Md. postingan tersebut diretweet oleh Menkopolhukam Mahfud Md lewat akun twitternya @mohmahfudmd.
Dalam cuitannya, dia meminta agar pihak kepolisian mengusut persoalan itu jika kejadian seperti dalam video itu benar. Dia juga mencolek akun Divisi Humas Polri untuk melihat video kejadian itu.
“Ini beneran atau konten sandiwara buatan? Kalau ini sungguhan saya maka Polisi harus mengambil tindakan. Itu ada nomer mobilnya B. 1489 KYP. Masak, arogansinya spt itu. @DivHumas_Polri,” cuit Mahfud dalam Twitter. “Eh nomer mobilnya B 1398 KYP,” sambungnya.
Penulis : Wawan Idris
Sumber : detikcom




