MHNEWS.id.- Diduga mantan Kepala Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN), Hendropriyono dengan berapi-api membela dan memuji Pondok Pesantren Al Zaytun dan pimpinannya, Panji Gumilang.

Pembelaannya itu tersebar dalam video yang ditayangkan VIVA.co.id. Dalam video itu muncul tulisan, FIX… Al Zaytun buatan Intelijen utk meng “Adu Domba” Umat Islam!! Selain itu orang yang diduga Hendropriyono juga mengaku terpilihnya jadi Kepala BIN atas susulan Panji Gumilang.

Dalam video itu tampak Hendropriyono berpidato di atas mimbar dalam sebuah ruangan besar seperti aula. Di hadapannya tampak ratusan orang yang diduga para santri, guru, dan pengurus Ponpes Al Zatun, termasuk Panji Gumilang.

Hendropriyono dalam video itu mengatakan, mudah-mudahan dia segera bertaubat setelah tahu apa itu Al-Zaytun. Saya sampaikan, kita bersyukur Alloh Subhanahuatala (mengutif ayat tentang taubat). Kita harus bertobat karena kesalahan di dalam menilai apa itu Al-Zaytun.

Saya pura-pura katakan kita, karena saya sebenarnya tidak termasuk di situ (disambut riuh tepuk tangan). Lantas mulai tanya macam-macam. Tanya siapa itu Pak Panji Gumilang, siapa itu.

Saya bilang yang jelas dia sahabat saya. Dia sahabat saya dan dia orang yang paling benar (dengan nada dikeraskan) di dalam permasalahan ini.

Panji Gumilang tampak terseyum puas mendengar sanjungan dari orang yang diduga Hendropriyono. Foto: Screenshot video viva.co.id

Dan pagi-pagi ketika saya diwawancara oleh beberapa wartawan, pagi-pagi maksudnya sebelum presiden Republik Indonesia saat itu Habibie datang berkunjung ke mari untuk meresmikannya (Ponpes Al Zaytyn).

Saya diwawancarai oleh wartawan dan mati-matian semua pertanyaan itu saya jawab karena pertanyaanny itu cenderung kepada memojokan (Ponpes Al Zaytun dan Panji Gumilang).  Tidak satu pun kalimat jawaban saya dimuat. Memang iblis betul-betul (disambut tepuk tangan meriah).

Memang sudah diset, orang-orang yang tanya itu untuk memang memojokan (Al-Zaytun dan Panji Gumilang). Tapi saya waspada karena saya dulu sudah direncanakan oleh yaikh (Panji Gumilang) untuk menjadi Kepala Intel.

Tapi banyak wartawan lain yang juga membela (saya) sehingga keluarlah di satu majalah mengenai jawaban (meskipun jawaban saya dikorting) tetapi cukup. Cukup saya puas. Karena ada suatu keyakinan ada kebenaran yang harus dibela.

Hendropriyono menutup pidatonya dengan mengatakan, “Saya sampaikan kepada sahabat karib saya, I am your frend on time, so i have to be a frend in die (saya adalah temanmu sepanjang waktu, jadi saya harus menjadi teman dalam kematian).”

Penulis: Wawan Idris