mhnews.id.- Bisa ngajari tapi ora bisa ngelakoni (Jarkoni) atau kurang lebih maksudnya ‘bisa menasehati tetapi tidak bisa menjalankannya sendiri’.
Jarkoni. Rasanya sebutan inilah yang paling tepat untuk mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol. Ferdy Sambo. Ia nyata-nyata dengan lantangnya mengeluarkan pernyataan kalau institusi yang dipimpinnya, Divisi Propam ini harus diisi para polisi yang lebih baik daripada polisi lainnya.
Dalam video yang kini viral itu, Ferdy Sambo mengatakan Divisi Propam adalah yang menjadi brand ambassador Polri. Kenapa? Divisi Propam ini mottonya itu ‘Garda Terdepan Penjaga Citra Polri dan Benteng Terakhir Pencari Keadilan
Bagaimana kami bisa menjadi garda terdepan dan bisa menjaga citra Polri kalau Propam sendiri tidak bisa menjaga citra Propam itu. Dan bagaimana bisa menjadi benteng terakhir pencari keadilan kalau Propam ini kemudian tidak melakukan hal-hal yang baik.
Atas dasar itulah kemudian saya mengambil beberapa kebijakan di Divisi Propam ini. Pertama, orang-orang yang masuk ke Divisi Propam ini harus memiliki integritas, harus memiliki kompetensi, dan komitmen, serta loyalitas kepada institusi.
Karena itu tadi garda terdepan dan benteng terakhir. kita harus terus bisa menjadi garda terdepan. Kita harus mulai dari diri sendiri, ucapan, pikiran, dan perbuatan harus melebihi pilisi-polisi yang lain. Harus bisa memberikan contoh.
Dalam video itu, saat Ferdy Sambo sedang mengeluarkan pernyataan tersebut ada sosok pemuda gagah yang berseragam Polisi. Diduga kuat pemuda itu anggota Polisi. Lucunya, pemuda berseragam Polisi itu setiap mendengar pernyataan Ferdy Sambo tentang Divisi Proman selalu menampakan wajah meledek.
Penulis: Wawan Idris




