MHNEWS.id.- Video pernyataan Prabowo, “Ndasmu etik” yang diduga kuat ditujukan kepada Anies Baswedan viral dan memenuhi media sosial TikTok, Instagram, Facebook, dan X (twitter).
Video singkat itu ditanggapi ribuan pengguna media sosial, tak terkecuali kalangan politisi, baik yang pro dengan Prabowo (kawan) maupun kontra (lawan) politik.
Yang pasti pernyataan Prabowo itu membuat Tim Suksesnya harus bekerja keras mengklasifikasi sana-sini. Memoles ‘wajah’ capres andalannya yang ‘gemoy’ menggemaskan namun mudah emosian dan temperamen.
Pernyataan Prabowo yang jauh dari keadaban itu dinilai berbagai pihak akan menggerus kesan dirinya sebagai sosok gemoy, menggemaskan, dan lucu. Kesan inilah yang dijadikan Tim Suksesnya untuk merebut hati rakyat.
Namun sikapnya yang jauh dari keadaban dan santun menjadi kontradiktif dengan kenyataannya karakternya. Prabowo bukanlah sosok gemoy, menggemaskan, dan lucu melainkan figur temperamen, emosian, dan tidak beretikan.
Komentar yang cukup tajam dilontarkan juru bicara Tim Nasional (Timnas) Anies-Muhaimin (Amin) Surya Tjandra. Ia mempertanyakan etika calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto.
“Etika adalah yang memedomani kita untuk mengatakan yang benar, menunaikan janji-janji kita, atau membantu mereka yang membutuhkan,” ucap Surya pada Kompas.com, Minggu (17/12/2023).
“Kita jadi mengerti Pak Prabowo yang sesungguhnya dari pernyataan tersebut. Seorang pemimpin digerakan oleh etika untuk bisa memimpin masyarakat,” imbuhnya.
Bahkan, etika yang menjadi jalan hidup seorang pemimpin kerap kali membuatnya harus memberikan mayoritas waktunya untuk kepentingan orang banyak.
“Pemimpin harus siap memiliki lebih sedikit ruang pribadi dari rakyat kebanyakan, dan tidak boleh memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi,” papar dia.
Terakhir, ia menganggap pernyataan Prabowo mesti menjadi pertanyaan publik jika nantinya Ketua Umum Partai Gerindra itu terpilih menjadi presiden. Terutama, lanjut Surya, bagaimana sikap Prabowo terkait konstitusi.
“Bagaimana kita bisa percaya Pak Prabowo akan mematuhi konstitusi kalau pada hal etika saja beliau tidak peduli,” imbuh dia.
Sementara juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengeklaim Prabowo hanya bercanda saat menyampaikan perkataan “Ndasmu etik,”. Ia menegaskan, pernyataan itu bagian dari candaan Prabowo pada kader internal Partai Gerindra.
Adapun persoalan etika menjadi pembahasan saat debat capres pertama di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Selasa (12/12/2023).
Kala itu, capres nomor urut 1 Anies Baswedan menanyakan perasaan Prabowo saat mengetahui putusan uji materi Mahkamah Konstitusi (MK) soal usia capres-cawapres.
Diketahui putusan MK tersebut yang menjadi jalan Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres dinyatakan melanggar kode etik oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).
Penulis: Wawan Idris




