MHNEWS.ID.- Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin menegaskan, verifikasi tahapan lanjutan Kabupaten Sehat bukan semata-mata mengejar predikat atau penghargaan.

Lebih dari itu, tegas Syaefudin momen ini menjadi sarana evaluasi dan refleksi untuk membangun tata kelola kesehatan lingkungan yang lebih baik, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Wabup Syaefudin mengatakan hal itu dalam sambutannya saat pelaksanaan Verifikasi Tahapan Lanjutan Kabupaten/Kota Sehat oleh tim verifikator, Selasa (12/8/2025).

Kabupaten Indramayu memang memantapkan langkah menuju predikat Kabupaten Sehat tahun 2025. Wabup Syaefudin pun merasa optimis hasil verifikasi sesuai harapan.

Meskipun demikian menjadikan Indramayu sebagai Kabupaten Sehat bukanlah tugas yang ringan, apalagi dikerjakan sendiri.

Karenanya semua pihak perlu bekerja bersama secara berkelanjutan dengan semangat kolaborasi lintas sektor, sesuai prinsip pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

Itulah sebabnya Syaefudin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang selama ini telah berkontribusi.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, baik dari unsur pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, hingga media,” ujarnya.

“Para pihak tersebut telah menunjukkan komitmen dan dukungan luar biasa dalam mewujudkan Kabupaten Indramayu sebagai daerah yang sehat, nyaman, aman, dan lestari untuk seluruh warganya,” sambungnya.

Ia juga menyatakan komitmen kuat Pemkab Indramayu untuk terus memperkuat kelembagaan Forum Kabupaten Sehat,” tegasnya.

“Tak hanya itu kami juga berkomitmen meningkatkan peran serta masyarakat, dan mengintegrasikan program kesehatan dalam setiap kebijakan pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Wawan Ridwan menjelaskan, saat ini rata-rata persentase pencapaian tatanan mencapai 80,88 persen.

“Yaitu tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri (83%), permukiman dan fasilitas umum (95%), satuan pendidikan (100%), pasar rakyat (77%), pariwisata (71%), transportasi (77%), perindustrian (73%), sosial (81%), dan bencana (71%),” jelasnya.

Penulis : Daniswara
Editor  : Wawan Idris