ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Sabar adalah sifat mulia bagi manusia.
Orang yang sabar dalam menghadapi segala ujian dan musibah, juga sabar dalam beribadah kepada Alloh Tabarokta’alla akan mendapatkan pahala yang tinggi.
Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani dalam almanhaj.or.id., menjelaskan sabar dan bagaimana kita seharusnya bersabar. Berikut ini uraiannya, semoga bermanfaat.
Pertama, sabar ketika mendapat musibah pada goncangan yang pertama, sebagaimana hadits: “Sabar itu adalah pada goncangan yang pertama.” .
Kedua, berdzikir mengingat Allah tatkala ditimpa musibah, hal tersebut dipanjatkan dengan penuh kerendahan diri kepada Allah, Allah berfirman: “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun…’”
Ketiga, sabar dalam menghadapi berbagai musibah dan mengharapkan pahala dari Allah dengan adanya musibah tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Allah Ta’ala berfirman:
‘Tidak ada balasan yang pantas bagi hamba-Ku yang beriman, apabila Aku mengambil (mewafatkan) orang yang dicintainya kemudian ia mengharap pahala dari musibahnya tersebut, melainkan surgalah (balasan) baginya.” .
Hendaknya ia mengingat hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin itu, sesungguhnya seluruh perkaranya adalah baik baginya dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali oleh orang mukmin.
Jika diberi sesuatu yang menggembirakan, ia bersyukur, maka hal itu merupakan kebaikan baginya, dan apabila ia ditimpa suatu keburukan (musibah) ia bersabar, maka hal itu juga baik baginya.” .
Penulis: Wawan Idris




