mhnews.id.- Semua orang dipastikan pernah menahan kentut pada saat sedang di tempat umum karena berbagai alasan, terutama malu dan etika. Orang menahan kentut karena bisa menyebabkan aroma bau yang tidak enak serta suara yang kadang nyaring.
Padahal, kentut (dan bersendawa) adalah proses alamiah tubuh untuk mengeluarkan kelebihan gas di dalam pencernaan melalui lubang pantat atau anus.
Saat seseorang kentut, gas bergerak dari usus ke rektum, kemudian keluar melalui anus. Sementara, yang terjadi ketika menahan kentut, otot sfingter dan bokong akan mengencang sehingga gas dapat tertahan dalam jangka waktu tertentu.
Dilansir dari Healthline, penelitian menunjukkan bahwa sebagian gas berpotensi diserap kembali oleh sistem peredaran darah.
Sebagian gas tersebut kemudian dikeluarkan dari tubuh saat Anda mengembuskan napas. Namun, sebagian besar tetap berada di pencernaan dan tetap keluar sebagai kentut atau sendawa.
Dalam jangka pendek, menahan kentut menimbulkan beberapa gangguan pencernaan, seperti: Nyeri perut Kembung Maag Perut terasa begah
Dalam jangka panjang atau terlalu sering menahan kentut bisa menyebabkan divertikulitis atau peradangan pada kantong-kantong di sepanjang saluran pencernaan.
Menahan kentut mungkin membuat Anda lega dari risiko malu akibat bau dan suara yang ditimbulkan. Namun, menahan kentut juga memicu masalah pencernaan dari ringan hingga berat.
Karena itu, jika Anda ingin kentut sebaiknya dikeluarkan saja. Pilih tempat yang lebih sepi atau ke toilet apabila kentut berpotensi menimbulkan suara keras dan bau tak sedap.
Penulis: Wawan Idris




