mhnews.id.- Sungai Cimanuk memiliki manfaat yang besar dalam kehidupan masyarakat di Kota Mangga. Namun di sisi lain, sungai yang berhulu di Kabupaten Garut itu juga kerap menimbulkan ancaman banjir bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu yang menjadi hilirnya.
Bahkan, air sungai Cimanuk kiriman dari daerah hulu itu bisa tiba-tiba meluap dan menimbulkan banjir besar dan membahayakan di Kabupaten Indramayu meski di daerah tersebut tidak hujan.
Untuk itu, monitoring tinggi muka air (TMA) sungai Cimanuk di Kabupaten Indramayu sangat dibutuhkan. Hal itu sebagai bentuk kesiapsiagaan dini untuk meminimalisasi dampak banjir, baik dari segi materi maupun korban jiwa.
Menyadari pentingnya informasi mengenai TMA sungai Cimanuk, personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu membuat aplikasi yang diberi nama siabahbanyu.
Siabahbanyu merupakan singkatan dari Sistem Informasi Awas Banjir Hulu Berbasis Android Indramayu. Sejak setahun terakhir, siabahbanyu sudah terpasang untuk mengukur TMA sungai Cimanuk di Bendung Karet Rambatan, Kabupaten Indramayu.
Siabahbanyu mampu mendeteksi TMA sungai Cimanuk dalam satuan centimeter (cm). Ada empat kriteria TMA sungai Cimanuk yang dicantumkan dalam aplikasi tersebut, yaitu:
Pertama, kriteria aman dengan TMA 50 – 529 cm, yang ditunjukkan dengan kotak berwarna hijau. Kedua, kriteria waspada dengan TMA 530 – 649 cm, yang ditunjukkan dengan kotak berwarna kuning.
Ketiga, kriteria siaga, dengan TMA 550 – 594 cm, yang ditunjukkan dengan kotak berwarna oranye. Keempat, kriteria awas dengan TMA lebih dari 595 cm, yang ditunjukkan dengan kotak berwarna merah.
“Jika TMA sudah menunjukkan level awas, maka sirine di lokasi akan berbunyi. Itu berarti, saat itu juga penduduk setempat harus dievakuasi,” ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu, Muhammad Zaenal Muttaqin, S.T. saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/12/2022).
Jadi, sambung Zaenal siabahbanyu berfungsi sebagai early warning system. Karenanya masyarakat, terutama perangkat desa, diharapkan bisa mengunduh aplikasi siabahbanyu di gadget masing-masing sebagai bentuk kesiapsiagaan dini.
Melalui aplikasi itu, mereka bisa memantau TMA sungai Cimanuk secara real time, cukup dari genggaman. Seperti saat berita ini ditulis, Jumat (9/12) pukul 14.45 WIB, TMA sungai Cimanuk di Bendung Karet Rambatan menunjukkan angka 390 cm. Angka itu menunjukkan kriteria aman.
“Dengan mengetahui kondisi TMA sungai Cimanuk, kita bisa bersiap mengantisipasi risiko bencana banjir untuk meminimalisasi jatuhnya korban maupun kerugian materi,” tukas Zaenal, didampingi Penyusun Rencana Kebutuhan Logistik BPBD Indramayu, Sunarto.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




