MHNEWS.id.- Kedekatan individu, visi, dan idiologi antara Presiden Joko Widodo dengan Ganjar Pranowo memberikan keuntungan lebih untuk calon presiden (capres) yang diusung PDIP ini.
Hal ini dibuktikan dengan hasil survei Litbang Kompas yang menempatkan Ganjar Pranowo sebagai capres yang cenderung mendapat aliran suara lebih dominan dari masyarakat pendukung Presiden Joko Widodo.
Hasil survei Litbang Kompas pada 27 Juli-7 Agustus 2023 menunjukkan suara pendukung Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpre) 2019 cenderung mengalir kepada Ganjar Pranowo daripada Prabowo Subianto.
“Ganjar masih mendapatkan aliran suara terbesar dari pemilih Jokowi, yakni 63,6 persen, jika Ganjar hanya berhadapan dengan Prabowo,” tulis Litbang Kompas, Senin (21/8/2023).
Pada survei kali ini, ada 36,4 persen pemilih Jokowi yang memilih Prabowo, naik dibandingkan 27,7 persen pada Januari 2023 dan 33,9 persen pada Mei 2023.
Sementara itu, survei menunjukkan bahwa basis suara pemilih Prabowo pada Pilpres 2019 semakin solid untuk kembali mendukung ketua umum Partai Gerindra tersebut pada Pilpres 2024.
Menurut hasil survei, jumlah pemilih Prabowo yang akan kembali memilih Prabowo sebanyak 85,7 persen, meningkat dibandingkan 72,5 persen pada Januari 2023 dan 79,3 persen pada Mei 2023.
Survei ini dilakukan dengan tatap muka pada 27 Juli-7 Agustus 2023, melibatkan 1.364 responden di 38 provinsi yang tersebar di 331 desa/kelurahan di Indonesia, dengan margin of error +/- 2,65 persen.
Penulis: Wawan Idris




