mhnews.id.- Gas elpiji 3 kilogram atau lebih dkenal dengan sebutan gas melon sejatinya hanya diperuntukan bagi masyarakat miskin. Itulah sebabnya harganya pun disubsidi pemerintah sehingga menjadi murah.
Namun pada kenyataannya orang-orang kaya pun sangat banyak yang menikmati gas melon ini. Sering terlihat sebuah mobil mewah turun di agen elpiji dan tak malu-malu menenteng tabung gas melon.
Hal inilah yang membuat pemerintah kedodoran dalam mensubsidi gas melon. Salah satunya karena subsidi ini tidak tepat sasaran. Subsidi gas melon yang seharusnya dinikmati masyarakat miskin malah lebih banyak dimanfaatkan orang kaya.
Kali ini pemerintah akan bersikap tegas dengan memberlakukan aturan baru. Pembelian gas elpiji 3 kg mulai 2023 akan berbeda dari sebelumnya. Pada awal Desember 2022, pemerintah menyebutkan bakal memberlakukan aturan pembelian elpiji 3 kg menggunakan KTP.
Selain itu, warung kecil juga tidak bisa lagi menjual elpiji 3 kg dan hanya bisa dibeli di sub penyalur resmi.
Beli gas elpiji 3 kg wajib pakai KTP
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Tutuka Ariadji menyampaikan, alasan pembelian gas elpiji wajib menunjukkan e-KTP dilakukan agar proses distribusi bersubsidi tepat sasaran.
Melansir Kompas.com, pembelian gas elpiji 3 kg nantinya hanya bisa dilakukan di sub penyalur resmi atau pangkalan resmi elpiji, bukan di warung.
“Pembelian elpiji 3 kg dengan KTP dimaksudkan agar distribusi elpiji bersubsidi tepat kepada sasaran dan menghindari penyalahgunaan elpiji tersebut. Jadi saat melakukan pembelian elpiji 3 kg dengan menunjukkan KTP,” ujarnya, Senin (26/12/2022).
Pemerintah mengatur bahwa masyarakat yang bisa membeli gas elpiji 3 kg adalah mereka yang sudah masuk dalam database Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Konsumen yang bisa beli gas 3 kg
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, orang yang sudah masuk dalam DTKS dan P3KE adalah mereka yang dianggap miskin dan selama ini menjadi sasaran penerima bantuan sosial.
Data tersebut akan terekam dalam server Pertamina yang nantinya dipakai sebagai patokan terhadap mereka yang ingin membeli gas elpiji 3 kg.
Kemudian, ada tiga jenis konsumen yang diperbolehkan menggunakan elpiji 3 kg, yaitu rumah tangga, usaha mikro, dan petani atau nelayan sasaran yang telah menerima pembagian paket konversi dari pemerintah.
Beli gas elpiji 3 kg di sub penyalur
Jika Anda sudah termasuk dalam konsumen yang diperbolehkan membeli gas elpiji 3 kg, maka nantinya pembelian gas melon bisa dilakukan di sub penyalur resmi.
Sebab, nantinya pembelian gas elpiji akan didata menggunakan sistem informasi, tidak secara manual. Sementara, jika pembelian melalui sub penyalur maka dimungkinkan bisa tepat sasaran.
“Pencatatannya menggunakan sistem informasi, tidak manual,” kata Tutuka, dikutip dari Kompas.com, Senin (9/1/2023). “Nah kalau dari sub penyalur itu bisa tepat sasaran, kita bisa mengatakan sistem itu lebih baik karena sampai langsung ke konsumen,” lanjut dia.
Lantaran pembelian elpiji 3 kg direncanakan melalui sub penyalur resmi, maka Pertamina akan meninjau daerah lain. Irto mengatakan, pada 2022, pihaknya telah menambah pangkalan sebanyak 22.000 yang tersebar di Indonesia.
“Sedang kita review, termasuk dengan rencana implementasi uji coba di daerah lain. Ini masih kami koordinasikan dengan pihak regulator,” ujar Irto kepada Kompas.com, Jumat (13/1/2023).
Hingga hari ini, Sabtu (14/1/2023), Kementerian ESDM bersama Pertamina masih melakukan uji coba di lima kecamatan di Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Semarang, Batam, dan Mataram.
Cara beli elpiji 3 kg dengan KTP
Pertamina tengah menyinkronkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dengan data pembeli elpiji 3 kg. Nantinya, masyarakat yang sudah masuk dalam database P3KE dapat langsung melakukan pembelian dengan menunjukkan KTP.
Sementara bagi masyarakat yang datanya belum masuk dalam P3KE, maka pihaknya akan melakukan pembaruan data, baru kemudian dapat membeli seperti biasa dengan KTP.
Irto pun menegaskan, saat ini pihaknya belum menerapkan pembatasan pembelian elpiji 3 kg secara serentak di Indonesia meski pembelian dilakukan dengan pendataan.
Oleh karena itu, masyarakat masih bisa membeli elpiji 3 kg seperti biasa tanpa perlu takut kehabisan kuota harian.
Penulis: Wawan Idris




