mhnews.id.- Aksi pencurian buku paket pelajaran sekolah di Kabupaten Indramayu ternyata tidak hanya terjadi di SDN 2 Candangpinggan saja akan tetapi di 22 SD Negeri lainnya yang tersebar di beberapa kecamatan.
Menyikapi aksi pencurian buku paket yang sangat meresahkan dan merugikan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh Kepala Sekolah Dasar di Kota Mangga.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Dra. Ch. Iin Indrayati, M.Si. meminta pihak sekolah segera melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian (Polsek di wilayah masing-masing).
“Pihak sekolah harus melaporkan kejadian luar biasa ini kepada kepolisian (Polsek di wilayah masing-masing) agar bisa diusut tuntas,” ujar Iin kepada mhnews.id melalui pesan singkatnya, Selasa (27/12/2022).
Iin menyebutkan, sementara ini pihaknya sudah menerima laporan dari 22 SD Negeri di sejumlah kecamatan mengenai kasus pencurian buku paket pelajaran itu. Adapun rentang waktu kasus pencuriannya terjadi selama beberapa pekan terakhir.
Adapun 22 SD Negeri yang melaporkan kasus pencurian buku paket pelajaran itu yaitu SDN 2 Cadangpinggan Kecamatan Sukagumiwang, SDN Kertawinangun 1 Kecamatan Kandanghaur, SDN 2 Curug Kecamatan Kandanghaur.
SD Negeri 1 Amis Kecamatan Cikedung, SDN 1 Cidempet Kecamatan Arahan, SDN 3 Cidempet Kecamatan Arahan, SDN 4 Gabus Kulon Kecamatan Gabuswetan, dan SDN 2 Drunten Kulon Kecamatan Gabuswetan.
Selain itu, kasus pencurian buku juga dilaporkan terjadi di SDN 1 Rancahan Kecamatan Gabuswetan, SDN 2 Drunten Wetan Kecamatan Gabuswetan, SDN 1 Sidamulya Kecamatan Bongas, SDN 1 Bongas Kecamatan Bongas, SDN 1 Plawangan Kecamatan Bongas, SDN 3 Cipaat Kecamatan Bongas.
SDN Cariu Kecamatan Gantar, SDN Kiarakurung Kecamatan Gantar, SDN Punduan Kecamatan Gantar, SDN 1 Tempel Kecamatan Lelea, SDN 2 Lelea Kecamatan Lelea, SDN 1 Mangunjaya Kecamatan Anjatan, SDN 3 Lempuyang Kecamatan Anjatan dan SDN 2 Jatimulya Kecamatan Terisi.
“Semua sekolah harus waspada. Kita keluarkan surat edaran ke semua sekolah, agar memperketat penjagaan sekolah dan memperketat pengamanan penyimpanan buku-buku paket,” tambah Iin.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, jelas Iin telah meminta kepada pihak sekolah yang mengalami pencurian buku paket pelajaran untuk segera melaporkannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Berkenanaan dengan masa liburan sekolah, pihaknya juga minta setiap sekolah membuat jadwal piket guru. “Dibuat jadwal piket, ini kan libur semester pertama, semua sekolah harus buat jadwal piket guru,” tegasnya.
Iin,menyebutkan, buku paket pelajaran yang dicuri di sekolah-sekolah itu merupakan buku paket pelajaran kurikulum 2013 (kurtilas). Karenanya, aksi pencurian tersebut akan merepotkan dan merugikan sekolah-sekolah yang masih menerapkan Kurtilas.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




