MHNEWS.id.- Masyarakat yang berada di sepanjang pesisir pantai agar waspada karena bedasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada potensi terjadi banjir rob.
Potensi banjir rob itu diperkirakan terjadi pada 20 April 2023 atau masa menjelang lebaran 1444 Hijriah. Berdasarkan pantauan BMKG setidaknya ada 21 pesisir yang berpotensi mengalami banjir rob.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati memaparkan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR terkait persiapan mudik Lebaran 2023 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2023).
Dwikorita Karnawati menjelaskan, daftar pesisir di wilayah Indonesia yang berpotensi terjadi banjir rob yaitu pesisir Aceh, pesisir Sumut, pesisir Sumbar, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir utara DKI Jakarta, pesisir Jabar, pesisir Jateng, pesisir jatim, dan pesisir Bali.
“Pesisir NTB, pesisir NTT, pesisir Kalbar, pesisir Kalteng, pesisir Sulsel, pesisir Sulut, pesisir Maluku Utara, pesisir Maluku, pesisir utara Papua, dan pesisir Papua Selatan,” tambahnya.
Dwikorita menjelaskan, untuk mengantisipasi potensi banjir pesisir di wilayah tersebut, BMKG sudah mulai berkoordinasi untuk memitigasi cuaca ekstrem. Di antaranya dengan BNPB, Kemenhub, BRIN, hingga Kementerian PUPR.
Menurut Dwikorita, biasanya mereka kekurangan pesawat terbang dalam rangka mengatasi dampak dari banjir rob ini.
“Sebelumnya biasanya kekurangan pesawat terbang. Kami akan berupaya untuk mengoptimalkan pesawat yang tersedia. Karena kejadiannya (banjir rob) biasanya bersamaan,” ujar Dwikorita.
Sementara itu, Dwikorita memastikan sosialisasi peringatan dini terkait banjir rob akan digencarkan. Pihak pemerintah daerah hingga tim SAR akan dilibatkan BMKG untuk memitigasi banjir rob.
Penulis: Iir Sairoh
Editor: Wawan Idris




