ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Kita sebagai muslim harus mampu melawan setan agar tetap di jalan yang lurus dan masuk ke dalam golongan orang-orang yang soleh.

Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Ismail Muslim Al-Atsari dalam almanhaj.or.id., berikut ini cara ke 6, 7, 8, 9, dan 10 menghadapi tipu daya setan. Semoga bermanfaat.

Keenam, Tetap Bersama Jama’ah umat Muslimin. Dari Abu Darda’, dia berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada tiga orang di suatu desa atau padang, tidak didirikan shalat jama’ah pada mereka, kecuali syaithan menguasai mereka. Maka bergabunglah dengan jama’ah, karena sesungguhnya srigala itu akan memakan kambing yang menyendiri”. .

Ketujuh, Mengetahui Tipu-Daya Syaithan Sehingga Mewaspadainya. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.” .

Salah satu cara menghindari tipu daya syaithan yaitu mengetahui dan membongkar tipu-daya itu sehingga dapat dihindari. Karena orang yang tidak mengetahui keburukan, dia akan mudah terjerumus dalam keburukan tersebut tanpa disadari.

Kedelapan, Menyelisihi Syaithan dan Menjauhi Sarana-sarananya untuk Menyesatkan Manusia. Di antara realisasi dari hal di atas yaitu dengan menyelisihi perbuatan syaithan.

Misalnya: Syaithan makan dan minum dengan tangan kiri, maka selisihi dia dengan makan dan minum dengan tangan kanan. Tidak boros (tabdziir) karena orang yang berbuat tabdziir adalah saudara syaithan.

Melakukan sesuatu dengan tenang dan hati-hati, karena sikap tergesa-gesa dari syaithan. Hendaklah kita berusaha sekuat tenaga agar tidak menguap, karena itu dari syaithan.

Menjauhi sarana-sarana yang digunakan oleh syaithan untuk menyesatkan manusia, seperti: musik, lagu, dan khamer.

Kesembilan, Yakin bahwa Tipu Daya Syaithan itu Lemah. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” .

Bagaimanapun lihainya syaithan dalam menebarkan perangkap-perangkapnya, kita harus yakin bahwa sebenarnya tipu daya syaithan itu lemah. Asalkan kita selalu mentaati Allâh Yang Maha Perkasa. Di antara kelemahan syaithan yaitu :

Dia tidak bisa membuka pintu yang dikunci dengan disertai doa (menyebut nama Allâh). Dia juga tidak dapat makan bersama orang yang mengucapkan bismillah ketika hendak makan.

Juga tidak dapat bermalam di rumah yang dimasuki oleh penghuninya sambil membaca doa.

Kesepuluh, Taubat Dan Istighfar. Selama masih hidup, manusia senantiasa perlu bertaubat dan istighfar kepada Allah Azza wa Jalla, diriwayatkan dalam sebuah hadits:

Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Iblis berkata kepada Robbnya: “Demi kemuliaan dan keagungan-Mu, aku senantiasa akan menyesatkan anak-anak Adam selama ruh masih ada pada mereka”.

Maka Allâh berfirman: “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa akan mengampuni mereka selama mereka mohon ampun kepada-Ku”. . (tamat)

Penulis  : Wawan Idris
Sumber: almanhaj.or.id