Pendeta Leonar mengatakan, akses kesehatan menjadi kebutuhan paling penting untuk masyarakat dari dusun terluar perbatasan tersebut.
“Akses kesehatan sulit dan pengetahuan kurang, jadi harus keluar cari obat, dusun kami akses juga susah cari dokter, guru tidak bisa masuk.”
- Advertisement -
“Padahal, dusun kami dusun terluar yang harusnya jadi wajah NKRI,” ungkap Pendeta Leo saat dialog tersebut. Keluhan itu direspons Ganjar dengan program membangun satu desa satu puskesmas.
“Saya sedih, terharu sekaligus bahagia, menunjukkan bagaimana perjuangan masyarakat di ujung Indonesia harus bertahan. Mereka mungkin bisa sendiri, tapi jadi tidak adil ketika harusnya ada pemerintah yang hadir di situ,” ujarnya.