Atikoh memang memiliki kedekatan dengan kalangan Muslimat NU. Kakek-buyut Atikoh merupakan Ulama NU dan sempat menjadi pengurus organisasi keagamaan terbesar di tanah air itu.
Selain di Camis, Atikoh yang lulusan S-2 dari Jepang itu juga bersilaturohim sekaligus menghadiri kegiatan pengajian Ibu-ibu Muslimat NU, maupun santri perempuan Kota Banjar, tepatnya di Pondok Pesantren Mujtahidin As Sanusiyah Banjar.
Di hadapan muslimat NU dan santri perempuan Pondok Pesantren Mujtahidin As Sanusiyah Banjar, Atikoh berpesan dalam menghadapi Pemilu 2024, agar kaum perempuan selalu kompak dan konstisten sehingga tak mudah terpecah belah pihak lain.
“Mungkin akan ada yang menggoyahkan ketangguhan kita. Tapi kita konsisten. Kita tunjukkan Muslimat bukan perempuan yang gampang rapuh dan goyah karena kita lah tiang negara Indonesia,” ajak Atikoh.