MHNEWS.id.- Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si melauching atau meluncurkan Gugus Tugas Polri untuk mendukung program Ketahanan Pangan Nasional.
Launching dilakukan di Posko Ketahanan Pangan Blok Bantar Huni, Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (20/11/2024).
Peluncuran dilakukan secara virtual melalui zoom meeting yang terhubung langsung dengan Mabes Polri yang dibuka oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Wakapolda Jabar Brigjen Pol Wibowo, Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo, dan sejumlah tokoh dari Forkopimda Indramayu serta jajaran dinas terkait.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Pjs. Bupati Indramayu, Dr. H. Dedi Taufik Kurohman, dan sejumlah mitra strategis, seperti Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat-Banten.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan program tersebut merupakan langkah konkret Polri dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait Ketahanan Pangan Nasional.
“Polri bersama TNI dan dinas terkait membentuk gugus tugas yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidak produktif untuk meningkatkan produktivitas pangan,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast didampingi Kasi Humas Polres Indramayu, Iptu Junata.
Ia mengatakan khususnya di Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai lumbung padi nasional, lahan seluas 101,46 hektar di Kecamatan Gantar akan dimanfaatkan untuk penanaman padi.
“Selain itu, Polri dan instansi terkait juga melakukan sejumlah inovasi, seperti pembangunan sumur bor dan pemasangan sistem irigasi dengan total 20 unit “sibel” untuk menunjang pertanian di wilayah tersebut,” jelasnya.
Dikatakan, dalam mendukung program tersebut, Polres se-jajaran Polda Jabar akan mengelola 71 lokasi lahan tidur di berbagai wilayah Jawa Barat dengan luas total mencapai lebih dari 145.000 hektar.
Lahan ini mencakup area pertanian, perkebunan, dan peternakan. Di Indramayu, program ini juga melibatkan sedikitnya dua kelompok tani lokal.
“Dua kelompok tani di Kecamatan Gantar telah dilibatkan untuk pengelolaan lahan. Bibit padi telah disemai bersama dalam kegiatan simbolis yang melibatkan Kapolda dan Forkopimda,” jelasnya.
Ia juga mengatakan hasil panen dari program ini nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung program makan bergizi gratis di sekolah-sekolah.
Dengan demikian, tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan, tetapi juga mendukung perbaikan gizi anak-anak sekolah di Jawa Barat.
“Ini adalah langkah strategis yang tidak hanya menargetkan swasembada pangan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan gizi masyarakat,” ucapnya.
Penulis: Rohman