30.8 C
Indramayu
Kamis, Januari 8, 2026


Ancaman AI pada Psikologis Indvidu, Beri Saran tapi tak Bisa Bedakan yang Berdampak Positif atau Negatif

MHNEWS.ID.- Penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini semakin masif menjadi ancaman baru terhadap psikologis individu.

Hal ini dikatakan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Didi Sukyadi dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dikutip Kompas.com, Selasa (30/12/2025).

- Advertisement -

Dikatakan Didi, AI kini mampu berperan layaknya profesi tertentu seperti psikolog, dokter, atau guru, namun tidak selalu mampu membedakan apakah saran yang diberikan berdampak positif atau negatif.

“Terkadang dari AI itu, mereka tidak bisa membedakan saran aman yang menimbulkan dampak positif atau negatif,” ujarnya.

Ia mencontohkan kasus di luar negeri yang menunjukkan dampak fatal dari penggunaan AI.

“Sehingga di negara Amerika atau di Inggris, ada dua orang anak yang bunuh diri,” katanya.

Didi menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya berhenti pada bullying, tetapi juga pengaruh teknologi yang dapat memicu tindakan ekstrem.

“Jadi ancaman yang pertama itu Bullying, kemudian yang kedua, ancaman dari penggunaan AI yang bisa mempengaruhi psikologi seseorang. Itu suatu hal yang nyata tantangan dunia pendidikan saat ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Video Bullying Siswa SDN di Indramayu Viral, Bupati Nina Datangi Langsung Korban dan Pelaku

Upaya Pencegahan Terkait upaya pencegahan, Didi menekankan pentingnya kesamaan pemahaman mengenai definisi bullying di semua lini.

“Kalau menurut saya yang harus dilakukan sekarang itu adalah saling memahami, baik dari sisi siswa maupun dari sisi guru juga kepala sekolah,” katanya.

Menurutnya, definisi bullying harus dipahami bersama oleh siswa, guru, kepala sekolah, orang tua, hingga masyarakat.

Dengan pemahaman yang sama, sekolah dapat menetapkan batas yang jelas serta sanksi yang tegas terhadap perilaku perundungan.

“Jadi ini bukan hanya tanggung jawab guru saja, bukan hanya kepala sekolah, tapi tanggung jawab bersama antar berbagai komponen atau elemen masyarakat terkait bagaimana mengatasi bullying ini,” pungkasnya.

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler