MHNEWS.ID.- Banyak orang, khususnya yang telah memasuki usia senja (lansia) memilih tetap olah raga ringan, merawat tanaman di halaman rumah, dan rekreasi.
Pilihan lansia seperti itu sangat tepat karena aktivitas dapat menjadikan tubuh menjadi sehat, bugar, dan tentu saja menimbulkan efek senang, riang, dan bahagia.
Namun untuk tetap sehat, bugar, dan bahagia tidak cukup dengan melakukan aktivitas tersebut. Lansia perlu juga memperhatikan pola makan dan asupan nutrisi.
Memasuki usia senja, tubuh memang sangat membutuhkan perhatian lebih dalam menjaga keseimbangan nutrisi. Salah satu caranya dengan mengatur pola makan yang sehat dan sesuai kebutuhan.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri dari RSUP Prof. Ngoerah, Dr. dr. Ni Ketut Rai Purnami, Sp.PD-K.Ger, FINASIM, menjelaskan, pola makan lansia tidak bisa disamakan dengan orang dewasa muda.
Perubahan metabolisme, risiko penyakit kronis, hingga perubahan pada fungsi organ harus diperhatikan secara khusus.
“Pola makan ini, kalau kita lihat piramida WHO, kita masih ikut jenjangnya itu. Jadi, yang paling bawah itu tetap mesti dapat, dan itu besar porsinya,” ujar dr. Rai.
“Jadi, air itu harus mesti banyak, kemudian serat,” sambungnya sebagiaman ditulis Kompas.com. dari Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Pentingnya asupan cairan dan serat
Asupan cairan yang cukup sangat penting bagi lansia untuk menjaga fungsi ginjal dan mencegah dehidrasi.
Selain itu, makanan berserat seperti sayur dan buah dapat membantu pencernaan dan mencegah konstipasi, yang kerap dialami kelompok usia lanjut.
Pilih lemak yang tepat
Dr. Rai mengingatkan bahwa tidak semua lemak harus dihindari oleh lansia. Lemak sehat seperti omega-3 justru penting untuk menjaga kesehatan jantung dan otak.
Namun, lemak jenuh dan lemak trans sebaiknya dibatasi. “Hilangkan mindset bahwa, oh udah tua nih, jangan makan makanan yang berlemak.
Jadi, lemak itu ada banyak. Kayak omega-3 itu sangat bagus. Asalkan jangan yang lemak trans atau lemak yang sudah saturated fatty acid itu jangan,” jelasnya (bersambung).
Penulis: Nia Herlina [Pengurus PKK Kabupaten Indramayu]


