ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Sungguh banyak perilaku yang tidak disadari yang ternyata sebagai bentuk penyakit hati.
Berikut ini beberapa contoh perilaku yang merupakan perwujudan adanya penyakit hati. Dengan mengenalnya semoga kita termasuk yang dapat memperbaikinya.
Penyakit hati yang terkait dengan syahwat:
Merasa tidak puas dengan yang kita dapatkan, kecewa karena yang didapatkan tidak sesuai dengan hawa nafsu kita.
Hasad, merasa kita lebih baik daripada orang lain
Maunya dia yang di bawah kita. Ternyata Alloh Azza wa Jalla mentakdirkan dia sama dengan kita, sederajat, atau bahkan lebih daripada kita. Tidak terima dengan takdir Alloh azza wa Jalla.
Riya, ingin dipuji
Seperti selalu ingin mempublish amal sholeh, memperlihatkan amal sholeh. Sedikit-sedikit posting amal sholeh.
Sumah, bercerita
Kalau tadi dengan penglihatan sekarang bercerita. Saya dulu begini, saya dulu begini. Membanggakan diri supaya dipuji orang dan selalu ingin validasi dari masyarakat.
Bahkan validasi yang berlebihan ingin dipuji dengan apa yang tidak dilakukan. Di antara orang-orang munafik, kata Alloh Azza wa Jalla, “Senang dipuji dengan apa yang dia lakukan”.
Berkeinginan selalu jadi sorotan, narsis, selalu jadi pusat perhatian
Dia senang kalau dijadikan buah bibir oleh masyarakat. Sehingga kecanduan untuk bikin konten. Supaya jadi pusat perhatian.
Dendam yang tidak hilang-hilang
Selalu dendam, dongkol, dan marah. Dendam terus, ini penyakit hati yang banyak menimpa kaum muslimin, menimpa sebagian kita.
Menginginkan dunia dengan amalan akhirat
Dia beramal sholeh tapi di balik itu dia ingin dunia. Dia menjadikan agama sebagai industri untuk menghasilkan uang. Tujuannya adalah duniawi.
Suka merasa rindu dengan perbuatan maksiat
Tiba-tiba ingin denger musik, joget-joget, nonton padahal sudah dapat hidayah, sudah hijrah.
Saat rindu bermaksiat berupa mendengarkan lagu, musik, atau tontonan, berarti hati kita sedang berpenyakit. Orang yang hatinya sehat dan benar akan selalu benci dengan perbuatan maksiat.
Suka suudon, berprasangka buruk kepada orang lain
Merendahkan orang lain
Merasa dirinya hebat lalu merendahkan orang lain dan akhinya sombong.
Ujub
Dia merasa sukses karena dirinya bukan karena Alloh Azza wa Jalla. Dia merasa berhasil karena pintar, karena pandai.
Dia lupa bahwasanya semua itu semata-mata karena Alloh Azza wa Jalla.
Hati keras, susah untuk khusyuk saat sholat walau pun sudah dipaksa-paksa
Hati keras, sehingga baca baca Al Qur’an pun tidak bisa khusyuk. Mau khusyuk jadi makmum saat sholat, tetapi imamnya terasa lama.
Ketika hati sedang berpenyakit imamnya sudah enak pun, seperti Imam Madinah dan imam Mekah tapi masih merasa lama.
Jika seperti itu, sesungguhnya bukan imamnya yang salah tetapi hati kita yang salah. Ini penyakit hati yang harus dilawan dan disembuhkan.
Putus asa
Merasa sudah kehilangan harapan atas segala sesuatu yang sedang diperjuangkan. Putus asa dari rahmat Alloh Azza wa Jalla. Putus asa dari kasih sayang Alloh Azza wa Jalla.
Penulis: Wawan Idris


