30.8 C
Indramayu
Kamis, Januari 8, 2026


Jangan Posting Amal Sholeh, Bisa Jadi itu Penyakit Hati!

ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Sungguh banyak perilaku yang tidak disadari yang ternyata sebagai bentuk penyakit hati.

Berikut ini beberapa contoh perilaku yang merupakan perwujudan adanya penyakit hati. Dengan mengenalnya semoga kita termasuk yang dapat memperbaikinya.

- Advertisement -

Penyakit hati yang terkait dengan syahwat:

Merasa tidak puas dengan yang kita dapatkan, kecewa karena yang didapatkan tidak sesuai dengan hawa nafsu kita.

Hasad, merasa kita lebih baik daripada orang lain

Maunya dia yang di bawah kita. Ternyata Alloh Azza wa Jalla mentakdirkan dia sama dengan kita, sederajat, atau bahkan lebih daripada kita. Tidak terima dengan takdir Alloh azza wa Jalla.

Riya, ingin dipuji

Seperti selalu ingin mempublish amal sholeh, memperlihatkan amal sholeh. Sedikit-sedikit posting amal sholeh.

Sumah, bercerita

Kalau tadi dengan penglihatan sekarang bercerita. Saya dulu begini, saya dulu begini. Membanggakan diri supaya dipuji orang dan selalu ingin validasi dari masyarakat.

Bahkan validasi yang berlebihan ingin dipuji dengan apa yang tidak dilakukan. Di antara orang-orang munafik, kata Alloh Azza wa Jalla, “Senang dipuji dengan apa yang dia lakukan”.

Baca Juga :  Jangan Posting Amal Sholeh, Bisa Jadi itu Penyakit Hati!

Berkeinginan selalu jadi sorotan, narsis, selalu jadi pusat perhatian

Dia senang kalau dijadikan buah bibir oleh masyarakat. Sehingga kecanduan untuk bikin konten. Supaya jadi pusat perhatian.

Dendam yang tidak hilang-hilang

Selalu dendam, dongkol, dan marah. Dendam terus, ini penyakit hati yang banyak menimpa kaum muslimin, menimpa sebagian kita.

Menginginkan dunia dengan amalan akhirat

Dia beramal sholeh tapi di balik itu dia ingin dunia. Dia menjadikan agama sebagai industri untuk menghasilkan uang. Tujuannya adalah duniawi.

Suka merasa rindu dengan perbuatan maksiat

Tiba-tiba ingin denger musik, joget-joget, nonton padahal sudah dapat hidayah, sudah hijrah.

Saat rindu bermaksiat berupa mendengarkan lagu, musik, atau tontonan, berarti hati kita sedang berpenyakit. Orang yang hatinya sehat dan benar akan selalu benci dengan perbuatan maksiat.

Suka suudon, berprasangka buruk kepada orang lain

Merendahkan orang lain

Merasa dirinya hebat lalu merendahkan orang lain dan akhinya sombong.

Ujub

Dia merasa sukses karena dirinya bukan karena Alloh Azza wa Jalla. Dia merasa berhasil karena pintar, karena pandai.

Baca Juga :  Wajib Diketahui! Inilah Lima Tanda Jika Hati Terkena Penyakit Hasad

Dia lupa bahwasanya semua itu semata-mata karena Alloh Azza wa Jalla.

Hati keras, susah untuk khusyuk saat sholat walau pun sudah dipaksa-paksa

Hati keras, sehingga baca baca Al Qur’an pun tidak bisa khusyuk. Mau khusyuk jadi makmum saat sholat, tetapi imamnya terasa lama.

Ketika hati sedang berpenyakit imamnya sudah enak pun, seperti Imam Madinah dan imam Mekah tapi masih merasa lama.

Jika seperti itu, sesungguhnya bukan imamnya yang salah tetapi hati kita yang salah. Ini penyakit hati yang harus dilawan dan disembuhkan.

Putus asa

Merasa sudah kehilangan harapan atas segala sesuatu yang sedang diperjuangkan. Putus asa dari rahmat Alloh Azza wa Jalla. Putus asa dari kasih sayang Alloh Azza wa Jalla.

Penulis: Wawan Idris

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler