MHNEWS.ID.- Hujan dengan intensitas cukup deras yang mengguyur wilayah Indramayu Kota sejak kemarin menyebabkan banjir di beberapa pemukiman warga.
Selain karena intensitas hujan yang deras banjir juga dipicu buruknya drainase dan Kali Ceblok. Drainase di wilayah kota bahkan dapat dikatakan tak berfungsi maksimal.
Sedangkan Kali Ceblok yang berfungsi mengalirkan air dari pemukiman ke muara kondisinya selain mengalami pendangkalan juga dipenuhi eceng gondok.
“Kali Ceblok tak berfungsi dengan baik karena dangkal dan penuh eceng gondok,” ujar Nani, salah seorang warga Kelurahan Karanganyar, Jumat (23/1/2026).
Nani mengatakan, warga berharap pemerintah dalam hal ini Bupati Indramayu, Lucky Hakim segara melakukan normalisasi Kali Ceblok dan melakukan pengurasan drainase agar air bisa mengalir lancar sehingga tidak banjir lagi.
Minta Pintu Air Dibuka
Keluhan serupa disampaikan Yudi (40), warga lainnya yang rumahnya juga terendam banjir.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar genangan air cepat surut dan tidak terus berulang.
“Ya minimalnya pintu air dibuka supaya air enggak tergenang di rumah warga,” beber dia.
Selain merendam permukiman, banjir juga meluap hingga menggenangi Jalan Pahlawan, termasuk halaman kantor Dinas PUPR Indramayu.
Genangan air menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah pengendara sepeda motor bahkan terlihat mendorong kendaraannya karena mogok.
Karena banjir tersebut sejumlah warga pun mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Indramayu. Warga pun beraudensi dengan pejabat di PUPR untuk mencari solusi mengatasi banjir.
“Pintu air sekarang sedang dibuka,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Indramayu, Rahmadi, Jumat (23/1/2026).
Terkait keberadaan eceng gondok dan pendangkalan Kali Ceblok, Rahmadi mengatakan persoalan tersebut telah masuk dalam agenda perencanaan Dinas PUPR pada 2026.
Normalisasi Kali Ceblok diperkirakan akan dilaksanakan pada pertengahan tahun.
“Untuk sementara pintu air kami buka. Mudah-mudahan eceng gondok juga ikut terdorong aliran air ke saluran pembuangan,” pungkasnya.
Penulis: Wawan Idris


