27.9 C
Indramayu
Rabu, Januari 28, 2026


Sidak Tambang Ilegal Malam Hari, Gubernur Dedi Mulyadi Murka

MHNEWS.ID.- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali murka saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tambang yang diduga ilegal milik Agro Bumi di Kasomalang, Kabupaten Subang.

Berdasarkan YouTube KDM Chanel, sidak yang dilakukan, Selasa malam (20/1/2026) itu diawali dengan membuntuti truk-truk besar yang akan masuk ke lokasi tambang.

- Advertisement -

Sesampai di lokasi, pintu gerbangnya langsung ditutup pihak keamanan tambang. Namun akhirnya pintu dibuka setelah pihak keamanan mengatahui yang datang adalah Gubernur Jawa Barat.

Terjadi dialog sengit antara Gubenur Dedi Mulyadi dengan petugas keamanan. Nada suara Gubernur Dedi seringkali meninggi memecah kesunyian malam di lokasi tambang tersebut.

Gubernur Dedi mengkonfirmasi kepada petugas keamanan soal masih operasinya tambang tersebut. Dedi yakin pengolahan tambang tetap berlangsung karena ada suara mesin.

“Pabriknya masih operasi?” tanya Dedi.

“Nggak,” jawab petugas keamanan singkat.

“Ari barusan mesinnya masih bunyi!” tanya Dedi lagi.

“Nggak,” jawabnya singkat.

“Alaaa jangan bohong. Ini ada rekaman videonya! Nggak barusan mesinnya bunyi, koq!” kata Dedi dengan nada yang tinggi.

Baca Juga :  Gubernur Dedi Mulyadi Himbau jangan Ubah Warna Kantor jadi Hijau, Kuning, Biru, atau Merah

“Yang barusan mah mesin ini, loder, Pak,” petugas keamanan menjelaskan.

“Tau di depan sudah dipolice line? Kenapa masih produksi? Ini sudah pidana, lho! Kan sudah dipolice line! Anda tahu nggak? Saya berapa ratus miliar bangun jalan. Baru selesai!” cecarnya dengan nada makin tinggi.

“Jalannya punya perusahaan ini? Ini kan ilegal! Sudah ilegal,merusak jalan! Ngga ada ampun besok saya pidana semuanya! UU lingkungan hidup yang akan saya terapkan!” sambung Dedi.

“Mobil sebesar gini! Jalan rusak gubernur diprotes! Digogoreng! Dialusan jalan jadi rusak! Dedi kembali bersuara tinggi.

“Nu bogana saha ieu?” tanya Gubernur Dedi.

“Pak Ir. Arifin,” jawab petugas keamanan.

“Ir. Arifin. Di mana alamatnya?” tanya Gubernr Dedi.

“Di Bandung,” jawab petugas keamanan.

“Orang Bandung yang punya perusahaannya?” tanya Dedi lagi.

“Ya, yang Ardan,” jawabnya.

“Yang punya radio Ardan. Ini yang punyanya, bener nih?” timpal Gubernur Dedi.

Di tengah semakin memanasnya situasi, tiba-tiba muncul seseorang dari balik truk-truk besar.

“Ini atas perintan siapa?” tanya Gubernur Dedi kepada orang baru yang ternyatra operator alat berat di pabrik itu.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Beri Tiga Penghargaan Platinum untuk Kilang Pertamina Balongan, Inilah Faktanya!

“Kalau saya mah hanya petugas…” jawabnya dengan suara pelan.

”Tahu arti police line? Kenapa masih produksi?” tanya Dedi.

“Kalau masalah itu mah saya ‘kan cuma disuruh atasan Pak,” terangnya.

“Ya saya tahu. Tapi Anda juga bisa dipidana, lho! Anda dapat upah berapa?” Dedi kembali bersuara tinggi.

“Paling Rp 130.000,00,” ujarnya.

“Ok! Anda dapat upah Rp 130.000,00 kerusakan jalan yang terjadi antrian mobil yang besar ini berapa miliar/hari? Di sini ngga ada kepala desa yang negur?” tanya Dedi lagi.

“Kurang paham,” jawabnya.

“Nggak ada. Camat di sini ngga ada yang negur?” tanya Dedi.

“Kurang paham, Pak,” jawabnya singkat.

“Aparat di sini nggada yang negur?” tanyanya lagi.

“Kurang paham, soalnya penanggung jawab ini Pak Pandi,” terangnya.

“Pak Pandi tuh siapa?” tanya Dedi.

“GM di sini,” jawabnya.

“Orang mana?” tanya Dedi lagi.

“Orang Subang,” jawabnya.

Subangna mana?

“Kurang paham, Pak,” jawabnya.

Tak berselang lama, petugas dari Polres Subang dipimpin langsung Kapolres AKBP Dony Eko Wicaksono datang ke lokasi. Kasus tambang ilegal Abro Bumi pun ditangani Polres.

Baca Juga :  Keras! Gubernur Dedi Mulyadi Perintah Audit Pembangunan Islamic Center Indramayu

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler