MHNEWS.ID.- Pemerintah Kabupaten Indramayu jalankan program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II untuk mempercepat penurunan stunting.
Program ini diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi sehingga semakin memperbesar peluang keberhasilan penurunan stunting tersebut.
Langkah strategis ini diungkapkan dalam pertemuan Pemaparan Hasil Analisis Situasi dan Advokasi Lintas Sektor yang diselenggarakan di Aula Bapperida Indramayu pada Selasa (12/05/26).
Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Indramayu, Titing Mulyani menjelaskan, secara umum penanganan stunting di Indramayu menunjukan trend yang positif.
Namun demikian, tetap memerlukan pengawalan ketat pada intervensi spesifik. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari level kabupaten hingga ke tingkat desa.
“Percepatan penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata,” tegas Titing.
“Tetapi membutuhkan kolaborasi yang kuat dari seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, hingga dunia usaha agar intervensi yang kita berikan tepat sasaran,” sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Indramayu, Tati Suhartati mengatakan pentingnya sinkronisasi program antar instansi.
Tati menjelaskan, hasil analisis situasi telah memetakan wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus agar alokasi sumber daya menjadi lebih efektif.
Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga P3APPKB Indramayu, Warcitem.
Dia menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi keluarga yang memiliki risiko tinggi stunting, terutama pada fase calon pengantin dan masa kehamilan.
Penulis : Wawan Idris
Sumber: Diskomimfo Indramayu


