31.5 C
Indramayu
Sabtu, April 5, 2025


Ketika Orang-orang Kafir dan Ahli Maksiat Memelas Ingin Kembali ke Dunia

ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Orang-orang kafir dan yang meninggal dunia dalam kemaksiatan selalu merindukan dunia. Mereka ingin kembali ke dunia.

Mereka ingin kembali ke dunia bukan karena ingin bersama lagi dengan keluarga yang dicintainya atau ingin menikmati kekayaan, jabatan, kekuasaan. Mereka ingin kembali ke dunua untuk bertobat kepada Alloh Tabaroqta’ala.

- Advertisement -

Namun keinginannya itu sangat sia-sia. Sebab bagi semua manusia ketika sudah meninggal dunia maka tidak ada lagi kesempatan untuk berobat, berbuat kebajikan, dan beramal sholeh apa pun.

Penyesalan itu memang selalu datang setelah kejadian. Demikian juga penyesalan orang-orang kafir dan para penentang Alloh Tabaroqta’ala maupun Rosul-Nya yang meninggal dalam kemaksiatan.

Mereka menyesal peruatannya selama di dunia karena kekafiran dan kemaksiatan. Mereka menyesal setelah kekafiran dan perbuatannya itu dibalas Alloh Tabaroqta’ala dengan azab neraka yang pedih.

Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulan mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.” [Q.S. Al An’am: 28].

Azab dan siksa akhirat bagi orang-orang kafir dan pendosa itu begitu berat dan abadi. Azab dan siksa ini tentu tidak sebanding dengan kenikmatan maksiat yang selalu dilakukannya saat di dunia.

Karena beratnya azab serta siksa itulah mereka tak henti-hentinya menyesali. Dalam neraka mereka tak henti-hentinya memelas, memohon kepada Alloh Tabaroqta’ala untuk dikembalikan ke dunia.

Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” [Q.S. Al Mu’mim: 11].

Keinginan orang-orang kafir dan pendosa untuk keluar dari azab sama kuatnya dengan azab dan siksa itu sendiri. Namun teriakan dan rintihan mereka dalam neraka sia-sia karena syafaat dan rahmat Alloh Tabaroqta’ala sudah tertutup seiring ditutupnya pintu taubat.

Dan mereka berteriak dalam neraka, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal sholeh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.

Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dan masa yang cukup untuk berpikir bagi orang-orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?

Maka rasakanlah (azab kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.” [Q.S. Faathir: 37].

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terpopuler