MHNEWS.id.- Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto mengungkapkan saat ini terjadi krisis tenaga kerja di bidang pertanian.

Fenomena krisis tenaga kerja di bidang pertanian ini berlaku di hampir di semua daerah. Hal ini terjadi karena generasi muda tidak lagi tertarik pada pekerjaan pertanian dan memilih menjadi pegawai kantoran.

“Untuk mengatasi ini dikatakan Sugeng, diperlukan terobosan dan langkah inovatif dari pemerintah, salah satunya dengan mengadakan pelatihan Pertanian Milenial,” ujar Sugeng di sela-sela kegiatan pelatihan, Kamis (7/3/2024).

Dikatakan, pelatihan ini Petani Milenial setidaknya sebagai upaya untuk mengurangi problem ketersediaan tenaga kerja pertanian di Kabupaten Indramayu.

Kemudian merupakan pengamanan areal tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan dalam rangka mendukung program pemanfaatan lahan sebagai pusat pangan di Kabupaten Indramayu.

Diketahui jumlah peserta pelatihan yaitu 1.000 peserta yang terbagi menjadi 20 angkatan, setiap angkatan sebanyak 50 orang yang merupakan pemuda Indramayu.

Setiap angkatan dilaksanakan selama 2 hari, pada kesempatan ini angkatan pertama dilaksanakan pada tanggal 7 – 8 Maret 2024.

Dengan dilaksanakannya pelatihan tersebut, diharapkan masyarakat Indramayu khususnya petani muda dapat menjadi petani yang kreatif dan andal sehingga dapat mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan baru menuju Indramayu Bermartabat.

Turut hadir pada kesempatan itu Kepala Satuan Perangkat Daerah, Pemimpin BJB Cabang Indramayu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Camat se-Kabupaten Indramayu, Kepala Bidang dan Kepala UPTD DKPP se-Kabupaten Indramayu.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Indramayu siap mencetak 1.000 Petani Milenial yang diharapkan dapat mengubah wajah pertanian menjadi lebih segar, maju, dan mandiri dengan pemanfaatan teknologi.

Petani Milenial ini juga diharapkan menjadi magnet bagi generasi muda untuk tertarik menjadi petani yang berbasis teknologi dengan demikian pertanian yang maju, mandiri, dan modern dapat diciptakan.

Penulis  : Daniswara
Editor    : Wawan Idris