MHNEWS.id.- Tamsun adalah salah seorang dari ratusan petani di Kecamatan Losarang, Indramayu yang memiliki harapan baru jika sawahnya saat ini dapat menghasilkan padi lebih maksimal.
Tumbuhnya harapan baru itu bagi Tamsun tak berlebihan. Betapa tidak, selama ini puluhan tahun sawahnya tidak dapat diolah dan dimanfaatkan dengan maksimal, baik saat musim tanam padi maupun palawija.
Penyebabnya, adalah Sungai Saradan mengalami pendangkalan parah sehingga air tidak bisa masuk ke areal persawahan. Karena kondisi ini, tdaklah heran jika Tamsun dan ratusan petani di Kecamatan Terisi dan Kecamatan Losarang lainnya dilanda keputusasaan.

Bupati Indramayu, Nina Agustina menyerahkan berbagai bantuan kapad para petani di Kecamatan Gantar. Foto: Daniswara/mhnews.id
Namun kini tumbuh harapan baru bagi para petani di dua kecamatan itu setelah Bupati Indramayu, Nina Agustina mengambil langkah cepat dan nyata, yaitu melakukan normalisasi Sungai Saradan.
Normalisasi Sungai Saradan bagi para petani dianggap solusi yang sangat tepat. Dengan normalisasi maka air akan lancar mengalir ke sawah-swah mereka. Ketika pasokan air terjamin maka otomatis sawah mereka pun dapat dimanfaatkan lebuh maksimal.
“Pokoke Kali Saradan kih terakhir di normalisasi waktu tahun 1982 lagi kita masih SD. Sekien pas dipimpin Bupati Nina Agustina nembe ana normalisasi maning. Matur kesuwun ibu Nina Agustina,” kata Tamsun penuh semangat.
Diketahui, Bupati Nina Agustina meninjau langsung Sungai Saradan dan memastikan irigasi bisa masuk ke areal pesawahan yang ada di Blok Darim tersebut, Selasa (2/7/2024).
Areal sawah di Blok Darim hanya bisa satu kali tanam karena kesulitan air. Sawah di blok ini hanya ada air pada musim tanam rendeng sedangkan musim sadon akan kekeringan.
Gerak cepat dan kerja nyata Bupati Nina Agustina dalam mengatasi masalah air tersebut merupakan bukti keberpihakan dan kecintaannya kepada para petani serta sektor pertanian.
Indramayu dikenal sebagai daerah pertanian yang subur dan luas. Karena hal ini pula Indramayu menyandang predikat sebagai Lumbung Pangan Nasional.
Untuk tetap menjaga predikat ini sekaligus memajukan dan mensejahterakan para petani diperlukan Bupati yang berorientasi pada pertanian.
Bupati Nina Agustina selama kepemimpinannya selama ini telah membuktikannya. Penataan irigasi, pengerukan sungai, bantuan pupuk, bantuan bibit unggul selama ini dilakukan Bupati Nina. Hasilnya, pertanian makin maju, para petani makin sejahtera.
Sayangnya Bupati Nina akan segera mengakhir masa kerjanya. Kerja-kerja Bupati Nina dalam memajukan pertanian dan mensejahterakan petani tinggal beberapa bulan saja. Padahal masih banyak program yang belum tuntas.
Untuk itulah, agar program yang sangat bagus dari Nina Agustina tidak berhenti di tengah jalan karena habis masa jabatan, maka rakyat Indramayu, terutama para petani harus kembali mendukungnya pada pemilihan Bupati 27 November 2024 mendatang.
Jangan korbankan Indramayu karena salah memilih Bupati. Masyarakat harus cerdas dan realistis menentukan pemimpinnya. Saat ini yang sudah berbuat dan bekerja nyata hanya Nina Agustina. Jadi, wis Bu Nina maning bae, ya!
Penulis: Wawan Idris




