MHNEWS.id.- Diduga karena materialnya sudah lapuk dimakan usia, terutama kayu siku dan usuknya, salah satu atap ruang kelas SD Negeri 3 Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang, Indramayu ambruk.

Akibat ambruknya bangunan tersebut, para siswa dan guru terpaksa melakukan aktivitas kegiatan belajar mengajar dengan cara digabungkan dengan kelas yang lain. Hal ini semata demi keselamatan peserta didik.

Selain salah satu ruang kelas yang sudah ambruk itu, beberapa ruang kelas lainnya juga dalam kondisi memperihatinkan. Plapon kelas tersebut banyak yang berlubang sehingga sangat mengkhawatirkan karena sewaktu-waktu bisa ambruk.

Camat Sukagumiwang, Suratno Sukarja telah mengusulkan pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024 untuk pembangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Sukagumiwang yang baru saja ambruk.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Indramayu mendorong untuk mangajukan DAK tahun 2024 karena masa pengajuan 2023 sudah selesai,” katanya saat dikonfirmasi Diskominfo Indramayu untuk MHNEWS.id, Senin (27/2/2023).

Camat Sukagumiwang, Suratno Sukarja yang didampingi Pengawas Sekolah Kecamatan Sukagumiwang, Arsil dan pemerintah desa setempat meninjau kelas SDN 3 Sukagumiwang Desa Sukagumiwang yang ambruk pada Senin (27/2/2023) Pukul 10.00 WIB.

Dikatakan Camat Suratno, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Indramayu untuk mengupayakan perbaikan. Sementara ini kegiatan pembelajaran akan digabung untuk meminimalisir kejadian yang tak diinginkan.

“Kami juga mengajukan ke PUPR. Untuk sementara pembelajaran kita gabungkan. Upaya perbaikan hanya menurunkan atap genteng yang masih tersisa supaya tidak membahayakan murid,” ungkapnya.

Penulis  : Iir Sairoh
Editor    : Wawan Idris