MHNEWS.id.- Institusi TNI dipastikan bersikap netral dalam Pemilu 2024 demi menciptakan pesta demokrasi yang damai, bahagia, berjalan aman, jujur, dan adil tanpa campur tangan kekuasaan.
Hal itu dikatakan Dandim 0616/Indramayu, Letkol Arm Andang Radianto melalui Kasdim Mayor Inf Ohan Subhan pada kegiatan pembinaan netralitas TNI dalam Pemilu dan Pilkada.
“Komitmen TNI untuk tidak berpolitik praktis merupakan keputusan politik yang bertujuan agar TNI lebih fokus pada penataan internal organisasi menuju pada jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional,” katanya, Senin (29/1/2024).
Ia menegaskan bahwa TNI sebagai institusi negara harus berdiri di atas kepentingan nasional, bukan kepentingan partai politik atau kelompok tertentu.
Menurutnya, netralitas TNI membantu memastikan bahwa pemilu berlangsung tanpa campur tangan militer atau polisi yang dapat mengganggu proses demokrasi.
“Ini penting untuk menjaga keadilan dan integritas pemilu. Mencegah kekerasan politik. Ketika TNI netral, mereka dapat mencegah dan menangani kekerasan politik atau ketegangan yang mungkin terjadi selama pemilu,” tegasnya.
“Sikap netralitas ini membantu menjaga stabilitas dan keamanan selama proses pemilu. Lebih dari itu TNI ingin mewujudkan profesionalismenya. Tentara profesional tidak berpolitik praktis,” ucapnya.
Dikatakan, tentara profesional ialah tentara yang tidak berpolitik praktis. Hal itu sesuai UU No. 4/2004 tentang TNI Pasal 2D.
Pada perhelatan Pemilu 2024, netralitas TNI tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, TNI sudah meluncurkan Posko Pengaduan Netralitas TNI di penghujung 2023 silam.
“Netralitas TNI tidak perlu diragukan lagi. TNI memegang teguh netralitas pada Pemilu 2024, dan itu sudah final,” tegasnya.
Penulis : Rohman
Penulis : Wawan Idris




