MHNEWS.id.- RSUD Indramayu sampai saat ini belum kedatangan pasien untuk berkonsultasi atau  dirawat akibat depresi atau gangguan jiwa gegara gagal dalam kontestasi Pileg 14 Februari 2024 lalu.

Direktur Utama RSUD Indramayu, dr. Deden Boni Koswara, M.M. mengungkapkan hal tersebut saat dikonfirmasi di kantornya.

Meskipun hasil penghitungan resmi KPU belum muncul karena masih dalam penghitungan berjenjang, tapi hampir dipastikan sudah diketahui para caleg terpilih dan tidak. Hal ini memungkinkan depresi atau gangguan jiwa bagi caleg gagal.

“Sampai sekarang belum ada (pasien depresi atau gangguan jiwa akibat gagal nyaleg yang datang ke RSUD Indramayu),” kata Deden, Rabu (21/2/2024).

Deden mengatakan bahwa RSUD Indramayu telah ada dokter spesialis kejiwaan untuk konsultasi guna mengatasi depresi ringan. Bagi pasien kondisi demikian tidak diharuskan rawat Inap.

“Kalau sifatnya dia gangguan kecemasan, depresi karena kegagalan pada saat Pileg, maka itu bisa dilayani di ruang konsultasi itu oleh psikiater kita, tidak harus dirawat,

Selain itu, tambah Deden, RSUD Indramayu juga menampung pasien gangguan jiwa berat yang akan ditempatkan di ruang Malgova.

Ruang tersebut memang untuk orang-orang dengan gangguan jiwa berat, yaitu yang berkriteria membahayakan keselamatan dirinya sendiri maupun orang lain.

“Kita siapkan ada 16 kamar untuk gangguan jiwa dalam kondisi akut. Itu kriteria yang dirawat,” jelas Deden.

Sementara saat ditanya tentang biaya untuk pasien gangguan jiwa akibat gagal nyaleg, Deden mengatakan bahwa telah ada ketentuan yang mengatur para caleg harus menjadi peserta BPJS.

“Jadi, biaya pasien caleg gagal ini nanti dicover oleh BPJS yang mereka punya masing-masing,” paparnya.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris