MHNEWS.id.- PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Balongan menggelar simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) di area perusahaan tersebut, Selasa (24/10/2023).

Simulasi tersebut antara lain penanganan peristiwa kebakaran dan ancaman bom. Selain itu, disimulasikan juga evakuasi warga sekitar yang terdampak.

Dalam simulasi, diceritakan terjadi kebakaran di salah satu tangki milik PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Balongan pada pukul 08.35 WIB. Petugas pun langsung bergerak untuk memadamkan kebakaran tersebut dan berupaya untuk antisipasi dampak buruk lainnya.

Warga sekitar pun dievakuasi ke kantor Kuwu Balongan. Sementara, petugas masih terus melakukan investigasi penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Akibat kejadian tersebut, terdapat enam korban, yaitu tiga orang pingsan, serta lainnya yakni kelelahan, luka ringan dan luka bakar. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina Balongan untuk ditangani secara medis.

Di area lain, tepatnya di kantor elpiji, terjadi juga ancaman bom. Tim Gegana Sat-Brimob Polda Jabar langsung bergerak untuk menangani hal tersebut. Petugas pun menemukan bom dan berhasil dijinakkan.

Akhirnya, dua peristiwa baik kebakaran maupun ancaman bom berhasil ditanggulangi petugas. IT Manager Balongan, Rahdian Mahardika menyebutkan dampak peristiwa tersebut operasional penerimaan maupun penyaluran BBM dan elpiji terhenti sekira 1,5 jam.

Namun, akibat peristiwa tersebut tidak membuat panik, karena suplai BBM maupun elpiji aman terpenuhi alias operasional kembali berjalan normal.

“Tadi sempat kita lakukan, kita sebutnya RAE, reguler alternatif emergency. Kita dibantu juga dengan terminal-terminal sekitar kita untuk membantu penyaluran BBM maupun elpiji. Sekarang kondisinya sudah normal kembali, kita salurkan kembali,” tegasnya.

Hal Demikian merupakan rangkaian kegiatan simulasi PKD. Simulasi dilakukan secara menyeluruh hingga pada antisipasi dampak yang ditimbulkan.

Simulasi PKD Dilakukan Rutin

Rahdian Mahardika menjelaskan simulasi PKD merupakan kegiatan rutin di semua terminal Pertamina. Simulasi di internal dilakukan sebulan sekali, sedangkan simulasi yang melibatkan eksternal dilakukan setahun sekali.

“Kita melibatkan kerja sama dengan stakeholder TNI-Polri, Jibom (penjinak bom), Rumah Sakit Pertamina Balongan, fire brigadenya dari Pertamina EP,” jelasnya.

Dikatakan, kejadian-kejadian darurat tersebut sejatinya diharapkan tidak terjadi. Namun, kesiagaan untuk mengantisipasi kondisi-kondisi darurat harus disiapkan.

“Kita harus selalu siap sedia. Dan apabila dari latihan ini kita bisa temukan apa aja, misalkan ada kekurangan-kekurangan bisa kita langsung perbaiki sebelum kejadian senyatanya terjadi,” pungkasnya.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris