MHNEWS.id.- Niat hati membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus mengubah nasib, Mulyati (38) kini malah terperangkap dalam sindikat perdagangan orang antara negara.

Warga Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, ini nasibnya malah tidak jelas karena dalam penguasaan sindikat. Mulyati juga tidak bisa bekerja karena menginap penyakit akut.

Namun demikian Mulyati masih beruntung karena dapat mevideokan keadaannya saat ini. Video itu ia rekam dengan menggunakan ponsel temannya dan berhasil dikirimkan kepada keluarganya di Indramayu.

Dari video itulah terungkap kalau dirinya saat ini disekap serta dikurung di tempat penampungan agensi. Mulyati juiga dalam keadaan sakit karenanya ia minta tolong agar segera dipulangkan ke Indramayu.

Lokasi penyekapan berpindah-pindah gedung. Menurut Mulyati, ia tak sendiri dan ada 15 orang di tempat penampungan. Mulyati jelas telah menjadi korban tindak pidana penjualan orang (TPPO).

“Ini kasus unprosedural dan PT yang memberangkatkannya sama seperti yang dirilis oleh Polres Indramayu kemarin, yaitu PT E,” ujar Cahyanto dari Garda PMI Indramayu, sebagaimana dilansir kompas.com.

Dikatakan, Cahyanto pihak perekrut telah dilaporkan ke BP2MI dan Kemenlu RI. AT Cahyoto pun juga meminta agar pemerintah bisa memberikan perlindungan kepada korban.

“Artinya harus ada kolaborasi dari kepolisian, badan perlindungan, dan serikat buruh migran biar diberantas habis para sindikat mafia TPPO ini,” ujar dia.

Diketahui sebelum berangkat menjadi TKW, Mulyati ternyata telah menerima uang sebesar Rp 7 juta dari pihak sponsor yang memberangkatkannya ke Arab Suadi. Menurut suaminya, Solikin (40) pihak sponsor memberikan uang Rp 7 juta kepada sang istri.

Uang itu diberikan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Mulyati jika mau berangkat ke Arab Saudi untuk menjadi TKW. Lantaran sudah menerima uang tersebut, Solikin mengatakan sang istri pun berangkat dengan keadaan terpaksa.

“Udah dikasih uang, jadinya ya udah berangkat saja terpaksa,” ujar Solikin, Selasa (13/6/2023). Sebelum berangkat ke Arab Saudi, Solikin sempat menanyakan kepada sponsor untuk memastikan pemberangkatan istrinya dilakukan secara resmi.

Untuk meyakinkan Solikin dan Mulyati, pelaku lantas mengatakan bahwa keberangkatan tersebut resmi. Solikin juga mengatakan saat perekrutan, ia meminta agar sang istri bekerja di negara sekitaran wilayah Asia.

Namun, pelaku mengatakan pemberangkatan ke Asia ditutup dan yang membuka lowongan hanya di Timur Tengah. Pihak keluarga pun lantas percaya begitu saja dengan berbagai perkataan yang disampaikan pihak sponsor.

Kini, Solikin hanya bisa menyesali pemberangkatan istrinya ke Arab Saudi itu. Padahal, niat Mulyati menjadi TKW untuk membantu perekonomian keluarganya.

Penulis: Wawan Idris