MHNEWS.id.- Tantangan pemasaran di era digital yang semua serba online tidak hanya bertumpu pada sebuah produk akan tetapi harus didukung pemahaman yang baik mengenai marketplace.
Kendala pemasaran online dirasakan para pelaku ekonomi taraf tidak besar karena ketidakpahaman cara berjualan dalam jaringan di beberapa marketplace atau lokapasar yang ada.
Kendala itu mesti dihilangkan tiada lain dengan cara memberikan pemahaman tentang berdagang secara online dan agar bisa memasuki lokapasar.
Hal itu yang dilakukan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu, Aminah. Ia mengupayakan agar produk ekonomi kreatif tak kehilangan pasar.
Karena itu, pihaknya memberikan pelatihan untuk memecahkan masalah yang dialami para pelaku ekonomi kreatif di Kota Mangga. Pelatihan digelar dalam bingkai pelatihan sistem penjualan online dan pengelolaan keuangan.
“Harapannya pemasaran produk ekonomi kreatif lebih luas jangkauannya,” kata Aminah di sela pelatihan di Hotel Wiwi Perkasa Indramayu, Rabu (7/8/2024).
Ia memahami kebutuhan pelaku ekonomi kreatif ada pada pemasaran produknya. Karena itu, pihaknya memberikan pelatihan dengan mendatangkan trainer dari salah satu marketplace.
“Pelatihan pemasaran online untuk pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Indramayu. Karena kendala yang kurang bagi mereka adalah pemasaran. Maka kita mengundang pemateri dari Tokopedia,” jelasnya.
Ia berharap produk-produk ekonomi kreatif Indramayu dapat bertengger di marketplace-marketplace agar tak tergerus sistem penjualan online. Upaya memberikan pelatihan tersebut tak lain untuk memberikan peluang supaya ekonomi kreatif di Kota Mangga tetap eksis.
“Pengennya produk-produknya terkenal di seluruh Indonesia dengan menggunakan sistem pemasaran online,” harapnya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




