MHNEWS.id.- Viral video berdurasi 30 detik, permohonan minta pertolongan dari warga Indramayu yang terlantar di Morowali, Sulawesi Tengah Sulteng). Para pekerja dalam video itu meminta bantuan bupati agar memulangkan mereka.

Dalam unggahan vidio itu, sejumlah pekerja mengaku diterlantarkan oleh perusahaan yang merekrut mereka. Sontak unggahan video itu mengusik Bupati Indramayu, Nina Agustina. Ia pun lantas mengambil langkah cepat.

Pukul 01.00 dini hari Bupati Nina mengontak Plt. Kadiskominfo Indramayu, Teguh Budiarso, untuk mencari tau keberadaan warga yang terlantar sebagai Langkah awal penyelamatan mereka. Teguh Budiarso mengungkapkan kekhawatiran bupati terhadap warganya.

“Setelah tahu ada warganya yang minta pertolongan, beliau telpon saya. Beliau sangat mengkhawatirkan warganya. Karenanya beliau meminta segera memulangkan mereka,” ungkap Teguh dalam acara annivesery Indramayunews, Jumat (3/03/2023) di cafe lolo.

Diakui Teguh, pagi harinya bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja mencari tahu keluarga korban tersebut. Dari keluarga itu pula akhirnya diketahui mereka yang terlantar itu jumlahnya mencapai 107 orang. Mereka merupakan pekerja Proyek PLTU Morowali, Sulteng.

Sementara, Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu, Erpin Marpinda mengatakan setelah menerima pengaduan, pihaknya berkoordinasi dengan Disnakertrans Provinsi Jawa Barat dan Sulteng.

Erpin menjelaskan, koordinasi meliputi penghimpunan data dan informasi serta menyusun langkah-langkah berikutnya. Bupati Indramayu sendiri, kata Erpin, memberikan perintah untuk memperjuangkan nasib warganya yang sedang bermasalah di Sulteng itu.

“Sudah kami koordinasikan. Ibu Bupati (Nina Agustina) juga sudah memerintahkan kami segera melakukan langkah, agar warga yang menjadi pekerja dapat menerima hak-haknya selama bekerja di proyek PLTU Morowali,” tukas Erpin.

Sekadar informasi, sedikitnya 107 pekerja proyek asal Kabupaten Indramayu terlantar di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka selama dua bulan bekerja belum digaji oleh pihak kontarktor. Akibatnya mereka kesulitan membiayai hidup sehari-hari.

Keberadaan mereka terungkap dari adanya video yang beredar di grup WhatsApp (WA) yang disampaikan salah satu pekerja.

Dalam video berdurasi 38 detik itu, mereka meminta pertolongan pemerintahan Indramayu, Bupati dan DPRD, agar memperjuangkan nasib mereka yang terlantar di Sulteng.

Penulis  : Iir Sairoh
Editor    : Wawan Idris