MHNEWS.id.- Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. atau kerap disapa Kang Emil berpamitan kepada masyarakat Indramayu seiring masa baktinya sebagai Gubernur Jawa Barat akan segera berakhir.

“Saya dalam 14 hari ke depan akan mengakhiri jabatan. Sudah 5 tahun genap saya menjadi gubernur. Jadi saya pamit,” ucap Ridwan Kamil atau RK saat meresmikan Masjid Al-Karomah di Desa Tenajar, Kecamatan Kertasemaya, Selasa (22/8/2023).

Dalam kata-kata pamitannya, RK berharap hal-hal baik dalam kepemimpinannya dapat diapresiasi. Begitu pun sebaliknya kekurangan di eranya agar dimaafkan.

“Kalau kurang-kurangnya saya mohon maaf, karena saya juga manusia penuh khilaf, ada kekurangan,” ucapnya.

Ia mengaku telah bekerja keras selama menjadi Gubernur Jabar. Terdapat sebanyak 548 penghargaan yang diterima Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam masa kepemimpinannya.

“Di zaman kami, 1000 desa miskin hilang, tidak ada lagi desa miskin di Jawa Barat statusnya.  Alhamdulillah. Ekonomi juga paling bagus di seluruh pulau Jawa. Investasi paling banyak di Indonesia lima tahun berturut-turut,” ungkapnya.

Di hadapan masyarakat Indramayu, RK juga menyebut Jabar surplus beras dengan swasembada beras mencapai 1,3 juta ton per tahun. Menurutnya, hal itu tak lepas dari peran penting Kabupaten Indramayu sebagai lumbung padi nasional.

“Paling banyak sumbangan dari Kabupaten Indramayu sebagai lumbung padi nasional. Luar biasa Indramayu. Kalau tidak ada Indramayu, beras tidak cukup. Orang Indramayu hebat-hebat dalam bercocok tanam,” ujarnya.

Kemudian, RK juga menyebut kondusifitas di Jabar yang sangat baik dengan indeks kedamaian kondusifitasnya nilainya 87,5.

“Mau apa saja selama bertanggung jawab, boleh, tenang. Mau konser, mau pengajian, mau apa, silakan. Ini berkat kerja-kerja dari TNI-Polri,” sebutnya.

Dikatakan, sebagai Gubernur Jabar telah mengangkat dakwah Islam melalui program satu desa satu hafidz Alquran. Sebanyak 5300 desa telah memiliki penghafal 30 juz.

“Kita juga ada program kredit Mesra berbasis masjid, dhuafa bisa datang ke masjid difasilitasi oleh Bank BJB tanpa bunga, tanpa agunan, asal berlima yang mengajukan pinjaman, daripada ke rentenir. Itulah kira-kira Jabar juara,” jelasnya.

Terkait rencananya usai turun dari kursi Gubernur Jabar, RK mengaku belum mengetahui langkah karir berikutnya. Ia hanya berpasrah kepada takdir Allah Azza wa Jalla untuk jalan hidup yang dibukakan untuknya.

“Tetap menjadi manusia yang anfa’uhum linnas, memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk masyarakat. Itu saja,” pungkasnya.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris