MHNEWS.id.- Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki memuji Kabupaten Indramayu yang kini menjadi lumbung pangan (padi) nasional dan memiliki banyak potensi sumber daya alam lainnya.

Sumber daya alam (SDA) yang di Indramayu itu tegas Teten, dapat digarap untuk dikembangkan. Karena kayanya potensi SDA Indramayu itu, Teten pun mengaitkan dengan forum KTT Asean yang digelar di Jakarta belum lama ini.

Pada forum tersebut telah disepakati Asean menjadi epicentrum of growth atau pusat pertumbuhan dunia. Asean yang berpenduduk delapan persen dunia itu memiliki posisi strategis terutama di sektor agriculture dan aquaculture.

Teten mengatakan pada kondisi demikian Indonesia telah berposisi sebagai food suply atau pemasok pangan dunia. Lebih rinci lagi, di negeri ini sebagai lumbung padi dan pangan nasional dipegang oleh Kota Mangga Indramayu.

“Kita sudah menjadi food suply dunia. Nah, salah satu pusat pangan dunia itu di Indonesia itu adalah Indramayu,” tegas Teten saat berkunjung ke Indramayu, Jumat (8/9/2023).

Tak hanya beras, Teten juga mengungkapkan potens-potensi lain yang cukup baik dari kekayaan SDA Indramayu. Namun, kekayaan SDA selain beras itu harus digarap lebih serius lagi untuk menjadi produk unggulan.

“Selain kita harus kembangkan produk-produk UMKM kita, produk fesyennya, produk kulinernya, produk-produk kriyanya yang memang sudah cukup baik, tapi kita juga perlu setiap daerah mengembangkan apa keunggulan domestiknya,” ujarnya.

Teten yang mengaku telah keliling-keliling di Indramayu mengetahui banyak potensi yang bisa dikembangkan selain produksi berasnya 1,8 juta ton setahun. Selain juga produk unggulan mangga gedong gincu, Indramayu punya potensi rumput laut, ikan dan lain sebagainya.

Mengenai rumput laut, Teten mengingatkan pentingnya rumput laut agar diolah supaya dapat menjadi produk unggulan untuk mensuplai industri makanan dan industri farmasi.

Berdasarkan riset, rumput laut bisa untuk subtitusi tepung terigu, pengganti bahan serat untuk pakaian dan juga pengganti plastik.

“Kita harus olah, jangan hanya dijual rumput laut mentahnya, tapi juga harus kita olah menjadi barang setengah jadi atau jadi,” katanya.

Teten juga menyampaikan keinginan Presiden RI Joko Widodo yang dalam strategi besar industrialisasi tak hanya melibatkan usaha-usaha besar, melainkan juga koperasi dan UMKM.

Dengan demikian, industrialisasi tidak hanya dinikmati oleh investor asing atau usaha besar, tapi juga menempatkan UMKM menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional bahkan dunia.

“Karena itu saya akan bolak-balik terus ke Indramayu, ada beberapa piloting nanti kerja sama dunia, kami juga salah satu taro di sini, supaya betul-betul nanti harapan Ibu Bupati untuk membangun ekonomi Indramayu,” ujarnya.

“Indramayu bukan hanya memproduksi produk-produk yang hanya untuk konsumsi lokal, tapi juga menjadi bagian dari rantai pasok dunia,” imbuhnya.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris