MHNEWS.id.- Migrant Care Indramayu menggelar workshop penguatan perspektif kesetaraan gender dan inklusi sosial (Gedsi) serta interseksionalitas migrasi di Grand Trisula Hotel Indramayu, Minggu (19/3/2023).

Kegiatan dengan dua narasumber aktivis perempuan dan aktivis disabilitas tersebut diikuti peserta dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Indramayu, Purna Pekerja Migran Indonesia (PPMI) dan Women’s March Indramayu.

Workshop tersebut juga diikuti  para perempuan dari Desa Peduli Buruh Migran Indonesia (Desbumi) yang ada di tujuh desa di Kabupaten Indramayu, dan TP PKK Desa , dan pemerintah desa yang juga dari tujuh desa.

Koordinator Migrant Care Indramayu, Muhammad Santosa mengatakan workshop bertujuan membangun kesadaran dan pemahaman terhadap kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial.

Yang tak kalah pentingnya lagi kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran akan pentingnya advokasi kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial dalam lingkungan masyarakat pekerja migran.

“Memberikan pemahaman bagaimana memenuhi hak perempuan purna PMI, penyandang disabilitas, serta memberikan pemahaman ragam disabilitas di masyarakat dan etika berhadapan dengan penyandang disabilitas,” kata pria yang akrab dipanggil Santos ini.

Ia berharap dari kegiatan tersebut peserta dapat memahami bentuk ketimpangan gender serta diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Dengan demikian, dapat dipahami pentingnya kesetaraan gender bagi masyarakat pekerja migran dan penyandang disabilitas.

Selain itu, dapat mengadvokasi nilai-nilai kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial dalam berbagai forum atau melalui kampanye. Demikian juga dapat memahami hak perempuan purna PMI penyandang disabilitas.

“Diharapkan juga peserta memahami keberagaman disabilitas yang ada di masyarakat sekitar, serta mengetahui etika ketika berhadapan dengan penyandang disabilitas,” jelas Santos.

Salah seorang peserta yang juga Ketua PPDI Kabupaten Indramayu, Didi Kusridi mengapresiasi kegiatan tersebut yang dinilai memberikan perhatian bagi kalangannya.

Menurutnya, diperlukan kesetaraan sebagaimana yang diangkat pada kegiatan tersebut baik kesetaraan gender maupun tidak memandang sebelah mata kaum disabilitas. “Kesetaraan itu memang diperlukan,” tegas Didi.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris