MHNEWS.id.- Migrant Care Indramayu menggelar workshop perluasan wilayah Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) bertempat aula Fakultas Hukum Universitas Wiralodra Indramayu, Selasa (28/2/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri peserta para anggota Desbumi yang telah ada, calon Desbumi yang segera diresmikan, dan pemerintah desa dari masing-masing Desbumi.

Sementara pembicara selain dari Migrant Care Indramayu itu sendiri juga diisi pembicara dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu.

Koordinator Migrant Care Indramayu, Muhammad Santosa mengatakan Desbumi yang merupakan dampingannya itu telah ada sejak beberapa tahun lalu di tiga desa di Kabupaten Indramayu yaitu di Desa Juntinyuat, Juntiweden, dan Tinumpuk Kecamatan Juntinyuat.

Rencananya komunitas tersebut akan ada di empat desa yang telah disiapkan untuk segera diresmikan dalam waktu dekat, yaitu di Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Desa/Kecamatan Lohbener, serta Kalianyar, dan Singakerta, Kecamatan Krangkeng.

“Desbumi sendiri mempunyai beberapa pilar diantaranya pilar advokasi baik kasus maupun kebijakan, pilar kelembagaan, pilar pendataan dan juga pilar pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

Ia menyebut hadirnya Desbumi yang beranggotakan purna PMI dan keluarganya itu telah dirasakan manfaatnya baik oleh purna pekerja migran Indonesia (PMI) maupun PMI yang sedang mengalami masalah di negara penempatan.

Karena itu, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada pemerintah desa (Pemdes) dan purna PMI tentang Desbumi, sehingga peran Pemdes lebih meningkat dalam memberikan perlindungan terhadap PMI dan keluarganya.

“Pemerintah desa dan masyarakatnya mengetahui manfaat Desbumi. Kesadaran masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri meningkat untuk melapor ke Pemdes. Begitu juga kesadaran Pemdes melindungi PMI dan menumbuhkan UMKM di desa melalui komunitas Desbumi,” ujarnya.

Mewakili Disnaker, Sukirman menilai positif kegiatan Migrant Care Indramayu memberikan dampingan kepada Desbumi. Ini bermanfaat bagi calon PMI, PMI, dan purna PMI serta keluarganya, mengingat Indramayu menjadi basis buruh migran terbesar nasional.

“Peran Migrant Care sebagai NGO (non goverment organization) sangat luar biasa, sangat peduli kepada PMI. Kemarin Migrant Care turut mendampingi dalam memberdayakan dan mengadvokasi masyarakat desa. Ini luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Kuwu Desa Singakerta, Urip menyambut positif Desbumi persiapan yang dalam waktu dekat akan ada di desanya. Menurutnya, Desbumi akan bermanfaat untuk upaya memberikan yang terbaik bagi warganya yang calon PMI, PMI, dan purna PMI.

“Saat ini kami lebih orientasi kepada purna PMI dalam rangka memberikan keterampilan tambahan. Diharapkan setelah tidak bekerja di luar negeri lagi mereka tak vakum. Dengan keterampilan yang mereka miliki dapat menambah penghasilan sendiri,” kata Kuwu Urip, usai mengikuti kegiatan.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris