MHNEWS.id.- Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Akhmad Mujani Nur mengaku iba kepada para nelayan Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu yang telah lima hari tak bisa melaut.

Mereka sejak 28 April lalu tak bisa pergi ke laut untuk mencari ikan karena tak diperbolehkan membeli solar subsidi sebagai bahan bakar perahu mereka walaupun mengantongi surat rekomendasi dan barcode dari dinas terkait.

Terhadap aduan para nelayan tersebut, Mujani menilai kebijakan tersebut tak berpihak kepada masyarakat bawah, khususnya para nelayan. Padahal mereka seharusnya mendapatkan perhatian karena pembelian solar subsidi digunakan untuk mencari nafkah.

“Kebijakan ini menurut saya sangat dzolim sangat, tidak berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya nelayan kecil yang ada di Desa Singaraja,” kata Mujani kepada MHNEWS.id Kamis (4/5/2023).

Karena itu, ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu agar secepatnya mencarikan solusi terhadap permasalahan tersebut. Hal itu supaya nelayan kecil dapat kembali membeli BBM jenis solar subsidi untuk melaut menafkahi keluarga mereka.

“Lima hari itu waktu yang sangat lama bagi mereka (nelayan). Karena lima hari ketika mereka tidak ke laut, maka anak istrinya tidak bisa diberi makan,” ucapnya.

Ia juga sangat menyayangkan tidak diperbolehkannya nelayan Desa Singaraja membeli solar subsidi. Padahal mereka telah menaati dan mematuhi peraturan pemerintah maupun Pertamina.

“Yang lebih mirisnya lagi, saya sebagai Ketua Fraksi PKB, pusat minyak itu ada di Kabupaten Indramayu, tetapi kenapa masyarakat Indramayu membeli solar saja tidak boleh,” tegasnya.

“Padahal pembelian solar itu sebagai hak mereka sebagai hak warga negara Republik Indonesia untuk membeli bahan bakar jenis solar, tujuannya untuk pergi ke laut mencari ikan untuk kebutuhan anak istri di rumah,” tambahnya.

Seperti diketahui, sekitar 50 lebih nelayan Desa Singaraja mengadukan permasalahan yang dialaminya itu dengan mendatangi kediaman Ketua F-PKB, Akhmad Mujani Nur, Rabu (3/5/2023) malam.

Nelayan Desa Singaraja memohon kepada pemerintah dan Pertamina untuk secepatnya memperbolehkan membeli solar subsidi. Selama ini sudah lima hari tidak bisa melaut karena tidak diperbolehkan membeli solar di pom bensin.

“Kami mohon dan secepatnya untuk Pertamina, agar bisa secepatnya ke laut,” ucap perwakilan nelayan.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris