MHNEWS.id.- Herukismanto (53) yang menjabat sebagai Lurah NII di Koja, Jakarta Utara mengungkapkan selama bergabung dengan Panji Gumilang sering dicekoki ajaran menyimpang.

Pemilik nama baiat Nurohmat ini menjelaskan, Negara Islam Indonesia (NII) di bawah kendali Panji Gumilang mengajarkan mulai dari menghalalkan harta orang lain, cara menafsir Al Quran, sampai upaya makar mendirikan negara dalam negara.

Dalam ajaran NII harta orang lain di luar NII itu halal. Untuk mendapatkannya bisa dengan cara apa saja, termasuk dengan merampok sekali pun. “Karena dicekoki ajaran menyimpang saya pernah gelap mata,” ungkapnya.

Nurohmat mengaku selama berada dalam lingkungan NII dan pengawasan Panji Gumilang dirinya tersesat. Pemilik nama asli Herukismanto asal Jogjakarta ini dibaiat pada tahun 1994. Selama bergabung, Nurohmat memiliki jabatan sebagai Lurah NII di Koja, Jakarta Utara.

“Pernah saya sampaikan, saya pernah mencuri satu kotak amal dan amplifier di Masjid Jakarta di Tebet. Itu untuk infak dan sedekah ke Al-Zaytun,” katanya, Kamis (17/8/2023).

Selain itu, selama menjabat Lurah NII, Herukismanto pernah merekrut warga untuk bergabung ke NII. Selama di Jakarta kala itu hampir seratus orang berhasil ia jaring sebagai jamaah NII.

Sebelum akhirnya keluar dari barisan NII, Herukismanto juga bekerja sebagai mandor di Al-Zaytun. Hingga pada tahun 2006, ia mulai melihat berbagai tabiat dan penyimpangan. Dan memutuskan untuk keluar dari NII dan Al-Zaytun.

“Saya keluar dari NII itu karena memang juga sudah tidak sejalan tidak setuju karena sudah mengetahui istilahnya belangnya apa yang dilakukan Panji Gumilang itu memang kita sudah mengetahui tidak beres. Ya sudah kita memutuskan untuk keluar,” ungkapnya.

Diketahui, sebanyak 121 orang yang terafiliasi NII mengikrarkan diri untuk setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Embarkasi Haji, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/8/2023) malam.

Pencabutan baiat NII ini jadi momen bagi mereka dan melepaskan kesesatan. Dengan hikmat, pencabutan baiat NII dan ikrar setia NKRI ini diikuti oleh 121 warga eks NII. Mereka hadir dari berbagai daerah mulai dari Indramayu, Bandung, Subang hingga Jakarta.

“Tadi sudah pencabutan baiat kepada BNPT saya mengucapkan terimakasih banyak. Semoga kita dengan momentum ini kita kembali ke marwah ada wadahnya dan wadah kita NKRI,” kata Bupati Indramayu, Nina Agustina.

Penulis : Daniswara
Editor  : Wawan Idris