MHNEWS.id.- PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit VI Balongan menggelar upacara pengibaran bendera untuk memperingati ke-78 Hari Lahir (Harlah) Pancasila di lapangan upacara, Bumi Patra, Kamis (1/6/2023).

Pada upacara Harlah Pancasila ini, Senior Manager Operational & Manufacturing (SMOM) PT KPI Unit VI Balongan, Iwan Kurniawan bertindak sebagai pembina upacara dengan Section Head Security Masbuchin selaku pemimpin upacara.

Tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2023 ini adalah “Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global”. Ini tentunya sejalan dengan visi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia.

Dalam 4 tahun terakhir Pertamina tetap berada di dalam Fortune Global 500 Company dan posisinya terus meningkat. Saat ini, Pertamina berada di urutan 223, naik 64 peringkat dari tahun sebelumnya.

Pertamina telah mengadopsi ukuran kinerja global yaitu ESG (Environmental, Social, Governance) dan saat ini Pertamina menempati peringkat kedua dunia untuk kategori industri integrated oil & gas, merupakan pencapaian yang luar biasa.

PT KPI Unit VI Balongan sendiri menyumbangkan kontribusi yang besar atas keberhasilan Pertamina. Diantaranya kesuksesan pemeliharaan kilang melalui Major Turn Around pada tahun 2022 serta proyek RDMP Phase 1.

Melalui proyek RDMP Phase 1 ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi RU VI dari 125 Barel per hari menjadi 150 Barel per hari.

Tentunya peningkatan kapasitas produksi tersebut berhasil meningkatkan margin keuntungan keseluruhan Pertamina yang juga meningkatkan ketahanan energi Bangsa dan Negara.

Arahan pembina upacara disampaikan oleh SMOM, Iwan Kurniawan dengan membacakan amanat Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati.

Melalui amanatnya, ia mengajak seluruh Perwira Pertamina di mana pun berada untuk bersama-sama mengimplementasikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dan tentunya dalam pekerjaan sehari-hari, dalam memberikan layanan kepada masyarakat dan Bangsa Indonesia.

Ia mengatakan tantangan terbesar Pertamina adalah melakukan transformasi bisnis dari fossil energy ke new and renewable energy. Dalam pelaksanaan transformasi tersebut, transformasi harus didasari dengan asas Pancasila dan berlandaskan pada tata nilai AKHLAK.

Aspek HSSE tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan operasi, keselamatan adalah yang utama, apabila HSSE menjadi prioritas maka performa perusahaan pun akan sejalan lurus dengannya dan begitupun sebaliknya.

Seluruh kinerja baik, seluruh penghargaan, seluruh pencapaian tidak ada artinya lagi, akan sia-sia bila kita kehilangan saudara-saudara, rekan kerja, atau tetangga kita karena kelalaian.

Setiap prestasi yang diraih merupakan kerja keras bersama, karena setiap elemen berkontribusi agar Pertamina menjadi Perusahaan Kelas Dunia.

Apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Perwira. Terakhir, dengan semangat gotong-royong. Selanjutnya melangkah bersama dengan langkah yang lebih cepat, stamina yang lebih kuat, dan derap yang lebih kompak.

“Marilah kita selalu menjaga perdamaian, persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, saling mengingatkan dan membantu untuk kepentingan perusahaan dan negara yang kita cintai bersama,” katanya.

Masih dalam pembacaan amanatnya, Iwan menyampaikan kepada seluruh Manajemen dan Perwira Pertamina untuk menjadi teladan, menjadi contoh dalam aktualisasi nilai-nilai Pancasila.

“Kami mengajak seluruh Perwira untuk bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan Indonesia maju, mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan. Semoga Allah SWT selalu meridhoi semua ikhtiar kita bersama,” tutupnya.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris