MHNEWS.id.- Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menggelar pertemuan lintas program (LP) dan lintas sektor (LS) sebagai persiapan bulan penimbangan balita (BPB) pada Agustus 2023 mendatang.
Kegiatan yang diikuti 49 petugas gizi Puskesmas dan 31 Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan se-Indramayu itu dibuka oleh Kepala Dinkes Kabupaten Indramayu dr. H. Wawan Ridwan, M.M.
Turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu, Dr. Runisah, dan Sekretaris DPMD Kabupaten Indramayu Hj. Tati Rahmawati, S.Pd., M.Pd.
Kepala Dinkes Kabupaten Indramayu dr. H. Wawan Ridwan, M.M. mengatakan kegiatan persiapan BPB tersebut sangat diperlukan dalam proses penanganan masalah gizi termasuk terutama masalah gizi stunting dengan dilaksanakannya penilaian status gizi.
“Untuk itu dalam rangka pelaksanaan pengumpulan data status gizi, diperlukan rapat persiapan pelaksanaan bulan penimbangan balita di Kabupaten Indramayu,” katanya, di Grand Trisula Hotel Indramayu, Selasa (25/7/2023).
Menurutnya, status gizi yang baik merupakan investasi berharga demi terwujudnya sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif untuk mendukung keberhasilan pembangunan nasional.
Masalah gangguan gizi pada ibu hamil dan bayi serta anak usia di bawah lima tahun merupakan masalah yang perlu ditanggulangi dengan serius.
“Seribu hari kehidupan adalah fase kehidupan emas yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan sampai anak berusia dua tahun. Kekurangan zat gizi makro dan mikro pada ibu hamil dan anak berdampak pada kualitas kehidupan selanjutnya dan kemakmuran suatu bangsa,” jelasnya.
Dikatakan, faktor penyebab langsung masalah gizi pada anak termasuk stunting adalah rendahnya asupan gizi dan status kesehatan.
Konsumsi makanan yang tidak adekuat menyebabkan kejadian gizi buruk pada awalnya, kemudian dalam jangka waktu panjang akan menjadi gangguan gizi kronis dengan manifestasinya adalah stunting.
Selain itu, kekurangan gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik, perkembangan, dan kecerdasan, serta menurunkan produktivitas.
“Memberikan ASI Eksklusif dan makanan pendamping ASI sesuai usia, mengkonsumsi gizi seimbang serta menggunakan garam beryodium merupakan beberapa cara untuk mendapatkan kesehatan yang optimal serta meningkatkan kualitas SDM,” paparnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu Dr. Runisah mengatakan lembaga yang dipimpinnya itu turut berperan dalam mencegah stunting dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penggerakan peran kader.
Sementara itu, Sekretaris DPMD Kabupaten Indramayu, Tati Rahmawati akan mendorong Kelompok Kerja Operasional Posyandu agar memaksimalkan kinerja pada BPB Agustus mendatang.
“Berperan aktif dalam mengkoordinasikan dan mewujudkan kegiatan bulan penimbangan balita,” ucapnya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




